Iga Swiatek sukses menjuarai WTA 1000 Toronto usai menundukkan Elena Rybakina. Ini menjadi gelar perdana Swiatek di musim 2026.(AFP)
MANTAN petenis nomor satu dunia, Iga Swiatek, meraih gelar pertamanya di musim 2026 usai tampil dominan atas Elena Rybakina di babak final WTA 1000 Toronto. Swiatek menang dua set langsung 6-2, 6-3 atas lawannya nan tampak kelelahan dalam laga nan berjalan pada Kamis tersebut.
Petenis berumur 25 tahun pemilik enam gelar Grand Slam ini sebelumnya belum pernah menembus babak final sepanjang tahun 2026. Bahkan, langkahnya dalam mempertahankan gelar di Wimbledon kudu terhenti lebih awal pada babak ketiga.
Namun di Toronto, Swiatek tampil mengontrol permainan sejak awal hingga akhir saat menghadapi Rybakina nan merupakan juara Australian Open sekaligus ranking dua dunia. Kemenangan ini sekaligus mengantarkan Swiatek mengamankan gelar perdana di Kanada.
Hasil manis ini juga memastikan ranking Swiatek melonjak dari posisi delapan bumi kembali ke jejeran lima besar mendandani persiapannya menuju Grand Slam AS Terbuka. Saat menerima trofi tingkat 1000 miliknya nan ke-12, Swiatek menyampaikan pesan langsung kepada para pengkritiknya nan mewarnai apa nan dia sebut sebagai tahun tersulit dalam kariernya.
"Ini sangat, sangat berfaedah bagi saya," ujar Swiatek saat menerima trofi.
"Beberapa bulan terakhir ini tidaklah mudah. Saya sangat senang lantaran terus konsentrasi untuk berkembang, sedikit mengubah permainan saya, dan terus membaik terlepas dari semua opini nan dimiliki banyak orang tentang saya setiap hari di internet."
"Tidak mudah untuk menghadapi semua itu. Jadi saya sangat senang bahwa realitasnya berbeda. Saya mempunyai orang-orang nan mengenal saya begitu baik dan orang-orang nan mendukung saya setiap minggu, setiap hari... jadi terima kasih untuk tim saya," tambahnya.
Di sisi lain, Rybakina mengawali laga dengan kondisi kurang menguntungkan setelah bertanding hingga pukul 01.00 awal hari untuk menyelesaikan babak semifinal melawan Coco Gauff. Memulai laga dengan lambat, Rybakina langsung memberikan poin break bagi Swiatek di gim pembuka akibat sepasang double fault.
Rybakina sempat bangkit pada dua gim servis berikutnya dan mendapat dua kesempatan break di gim keenam, namun kandas memanfaatkannya. Swiatek kemudian mematahkan servis Rybakina kembali untuk unggul 5-2 sebelum mengamankan set pertama lewat kemenangan love game serta pukulan winner dari servis keduanya.
Penampilan Swiatek bersambung tanpa halangan berfaedah di set kedua. Ia mengambil kendali permainan setelah merebut break untuk unggul 3-2, lampau mengunci gelar juara usai kembali mematahkan servis Rybakina di gim penutup melalui pukulan backhand winner pada kesempatan match point keduanya. (AFP/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·