Cabhatar Akpol Semarang Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebab

49 menit yang lalu 2
Cabhatar Akpol Semarang Asal Makassar Meninggal Dunia, Polisi Selidiki Penyebab Akpol Semarang.(MI/Akhmad Safuan)

AKADEMI Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah, tengah menjadi sorotan setelah seorang calon Bhayangkara Taruna (Cabhatar) berinisial AMM, 19, ditemukan dalam kondisi terluka di lingkungan kampus dan dinyatakan meninggal bumi saat menjalani perawatan medis pada Kamis (30/7) malam.

Korban nan berasal dari Makassar merupakan peserta pengiriman dari Polda Papua Barat Daya. AMM pertama kali ditemukan di area luar (outdoor) sekitar Gedung Werving Hoegeng, Kompleks Akpol Semarang, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, sekitar pukul 19.30 WIB.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Yuliyanto, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah ditemukan terluka, korban segera dilarikan ke RS Akpol untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

"Namun, nyawa korban tidak bisa tertolong dan dinyatakan meninggal dunia," ujar Yuliyanto pada Jumat (31/7).

Jenazah korban kemudian dikirim ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Tengah untuk proses pemulasaraan sebelum diserahkan kepada pihak family untuk dimakamkan. Yuliyanto juga menyampaikan rasa belasungkawa nan mendalam dari family besar Polri kepada family almarhum.

Penyelidikan tetap Berjalan

AMM diketahui baru saja memulai masa pendidikannya di Akpol pekan ini. Ia berbareng peserta lain sedang menjalani tahapan awal pendidikan sebelum dijadwalkan mengikuti latihan integrasi berbareng taruna TNI di Magelang.

Meski pihak family menerima kejadian ini sebagai musibah, kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan tetap melangkah guna mengungkap penyebab pasti kematian korban. Tim interogator melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.

"Saat ini interogator tetap melakukan penyelidikan dengan menggali keterangan dari rekan-rekan korban nan menemukan, nan mengetahui kejadian sebelumnya, maupun mereka nan sempat berinteraksi dengan korban," tambah Yuliyanto.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab luka maupun pemicu utama kematian AMM. Polisi tetap menunggu hasil pemeriksaan mendalam dari tim master RS Bhayangkara.

Catatan Redaksi: Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak memperkirakan sebelum hasil pemeriksaan medis resmi dan penyelidikan selesai dilakukan. (I-2)

Selengkapnya