Lokasi Gedung Hoegeng Akpol Semarang tempat diduga jatuhnya Cabhatar Akpol Semarang(MI/Akhmad Safuan)
POLISI tetap menyelidiki meninggalnya Calon Bhayangkara Taruna (Cabhatar) Akademisi Kepolisian (Akpol) Semarang Attar Mahattar Makkawang, 19. Ia ditemukan meninggal bumi dengan dugaan sementara korban jatuh dari lantai 3 Gedung Hoegeng.
Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), interogator kepolisian memeriksa sejumlah saksi, termasuk menggali keterangan teman-teman Cabhatar Akpol tersebut nan menemukan korban dalam kondisi terluka. Korban kemudian dilarikan ke RS Akpol Semarang untuk mendapatkan perawatan medis tetapi akhirnya meninggal dunia.
Berdasarkan keterangan dihimpun dari kepolisian, peristiwa meninggalnya Cabhatar Akpol itu dilaporkan sekitar pukul 19.45 WIB Kamis (30/7).
Sebanyak 340 taruna dan taruni mengikuti aktivitas peragaan drum operasional pada sore hari. Ketika aktivitas selesai, seluruh peserta kembali ke Gedung Hoegeng untuk membersihkan diri, salat, makan malam, dan mengikuti apel pengecekan sebagai persiapan pendidikan integrasi di Magelang.
Pada pengecekan pertama setelah makan malam, seluruh taruna dan taruni dinyatakan lengkap. Namun saat dilakukan pengecekan ulang sekitar pukul 19.00 WIB, pengasuh menemukan satu taruna tidak berada dalam barisan sehingga dilakukan pencarian di sekitar Gedung Hoegeng tempat terakhir mereka berkumpul.
Berdasarkan keterangan saksi ekitar pukul 19.45 WIB, terdengar teriakan dari arah Gedung Hoegeng tersebut. Korban Attar Mahattar Makkawang sempat terlihat berada di atas tembok pembatas di lantai tiga dan kemudian kehilangan keseimbangan. Ia sempat kembali naik ke atas pembatas, namun akhirnya terjatuh.
"Korban segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis, namun tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia, " kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Yuliyanto.
Keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Namun kepolisian tetap melakukan v proses penyelidikan terhadap peristiwa ini untuk mengetahui penyebab pasti kejadian meninggalnya Cabhatar Akpol tersebut.
"Penyidik tetap melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi, menggali keterangan teman-temannya nan menemukan dan mengetahui sebelumnya, maupun nan sempat berinteraksi dengan korban," ujar Yuliyanto. (H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·