ilustrasi(ANTARA/US CENTCOM/Handout - Anadolu Agency)
KOMANDO Pusat Amerika Serikat (Centcom) secara resmi mengumumkan peluncuran serangkaian serangan udara baru nan menargetkan wilayah Iran pada Minggu (19/7) waktu setempat. Langkah ini menandai keruntuhan total kesepakatan tenteram nan sempat dijalin kedua negara.
"Hari ini pukul 6 sore ET [Minggu waktu setempat], pasukan AS mulai melancarkan serangan udara baru terhadap Iran atas pengarahan Panglima Tertinggi," tulis pernyataan resmi Centcom melalui platform media sosial X.
Berdasarkan rilis resmi pihak militer Amerika Serikat, operasi udara berskala besar ini dirancang untuk melemahkan keahlian militer Iran nan dinilai menakut-nakuti keamanan pelayaran kapal komersial dan kapal jual beli di Selat Hormuz.
"Serangan-serangan ini dirancang untuk semakin melemahkan keahlian Iran dalam menakut-nakuti pelayaran komersial di Selat Hormuz dan dengan sigap menghukum pasukan Garda Revolusi Islam nan melancarkan serangan terhadap personil militer Amerika di Yordania tadi malam," imbuh pernyataan itu.
Ketegangan baru ini menjadi titik nadir pasca-upaya diplomasi nan sempat membuahkan hasil beberapa bulan lalu. Militer AS telah melakukan beberapa serangan terhadap Iran sejak 8 Juli. CENTCOM menyatakan serangan itu sebagai jawaban atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal jual beli nan melintasi Selat Hormuz.
Militer Iran membalasnya dengan menyerang pangkalan-pangkalan AS di beberapa negara Timur Tengah. Teheran juga menuding Washington melanggar perjanjian gencatan senjata. Pada 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku.
(Ant/Sputnik/RIA Novosti/P-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·