Cetak Pengusaha Baru, LKP Nuning Cimahi Bekali Lulusan dengan Piranti Rintisan Usaha

1 jam yang lalu 3
Cetak Pengusaha Baru, LKP Nuning Cimahi Bekali Lulusan dengan Piranti Rintisan Usaha LKP Nuning melantik 20 peserta training untuk memulai upaya baru di bagian tata rias pengantin(ISTIMEWA)

UPAYA meningkatkan kualitas dan keahlian tenaga kerja tidak hanya dilakukan pemerintah lewat Balai Latihan Kerja. Sejumlah lembaga kursus dan training juga bergiat menghasilkan tenaga terampil dan terlatih.

Di Bandung Raya, salah satunya dilakukan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Nuning. nan terbaru, lembaga ini kembali mencetak pengusaha baru di bagian tata rias pengantin melalui program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026.

Selain mendapatkan pelatihan, para peserta juga dibekali perlengkapan rintisan upaya agar dapat mengembangkan upaya secara mandiri.

Pimpinan LKP Nuning, Nisma Nurul, mengatakan penutupan program PKW bagian tata rias pengantin tersebut dilaksanakan pada 20 Agustus 2026. Program tersebut merupakan hasil kerja sama LKP Nuning dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kegiatan penutupan dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Cimahi Reni Herawati, serta sejumlah mitra industri nan terlibat dalam penyelenggaraan program PKW 2026.

Dalam pelaksanaannya, LKP Nuning menggandeng sejumlah mitra. Di antaranya Inez Cosmetics di bagian industri kosmetik, Sign ID Production dalam pemasaran digital, Bank BJB dalam bagian permodalan, serta HIPMI Kota Cimahi dan Gekrafs Jawa Barat dalam pengembangan kewirausahaan.


BARANG STIMULUS


Setelah mengikuti training selama 350 jam, serta menjalani pertimbangan teknis dan kewirausahaan, sebanyak 20 peserta didik nan berdomisili di Kota Cimahi dan sekitarnya dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat kelulusan.

"Selain mendapat bekal pelatihan, para peserta juga mendapatkan peralatan stimulus rintisan upaya nan dibagikan secara perorangan. Setiap peserta mendapatkan busana pengantin, kosmetik, beauty tools, serta perlengkapan pendukung pemasaran usaha," ujar Nisma.

Menurut dia, setelah menyelesaikan program, para lulusan tetap mendapatkan pendampingan dari LKP Nuning selama satu tahun alias hingga mereka bisa berdikari sebagai penata rias profesional.

Pendampingan dilakukan melalui pemantauan perkembangan usaha. Para lulusan diwajibkan memberikan laporan perkembangan rintisan upaya kepada LKP Nuning setiap bulan.

"Data tersebut bakal menjadi salah satu parameter keberhasilan program PKW ini, sebagaimana keberhasilan program pada tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Selain pemantauan usaha, LKP Nuning juga memberikan kesempatan kepada para lulusan untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung sebagai tim tata rias (team art) pada beragam aktivitas melalui jaringan kerja sama nan dimiliki LKP Nuning.

"Mereka bakal selalu didampingi sampai mereka bisa sukses mandiri," pungkas Nisma.

Selengkapnya