Maxence Lacroix (Kanan)(Ronny HARTMANN / AFP)
CHELSEA memperkuat lini belakangnya dengan merekrut bek timnas Prancis Maxence Lacroix dari Crystal Palace. The Blues menggelontorkan biaya sebesar 52 juta poundsterling untuk mengamankan jasa pemain berumur 26 tahun tersebut.
Lacroix menandatangani perjanjian jangka panjang hingga 2032 dan menjadi salah satu pilar baru dalam proyek pembimbing anyar Chelsea, Xabi Alonso, menyambut musim 2026/2027.
Bek nan telah mengoleksi tujuh caps berbareng timnas Prancis itu baru semusim memihak Crystal Palace setelah didatangkan dari klub Bundesliga, Wolfsburg, pada 2024 dengan nilai transfer awal 15,5 juta poundsterling.
Selama berseragam Palace, Lacroix tampil konsisten dengan mencatatkan 55 penampilan di semua kompetisi. Ia turut mengantar klub London tersebut menjuarai Liga Konferensi, trofi Eropa pertama sepanjang sejarah Crystal Palace.
Di Piala Dunia 2026, Lacroix tampil dalam tiga pertandingan berbareng Prancis, termasuk saat Les Bleus menghadapi Inggris pada perebutan tempat ketiga. Prancis akhirnya menutup turnamen di posisi keempat. Lacroix mengaku antusias memulai petualangan barunya di Stamford Bridge dan mau menjadi bagian dari kebangkitan Chelsea.
"Saat memandang pemain-pemain seperti Reece James dan Morgan Rogers, saya merasa sangat senang bisa menjadi bagian dari perjalanan mereka. Saya mau ikut menulis bagian dari sejarah Chelsea berbareng mereka," kata Lacroix seperti dikutip BBC.
"Saya sangat bangga dan senang menjadi bagian dari proyek nan luar biasa ini. Sekarang saya hanya mau segera bermain," lanjutnya.
Lacroix menjadi rekrutan ketiga Chelsea pada bursa transfer musim panas setelah Morgan Rogers dan Marco Palestra.
Sebelumnya, kesepakatan untuk Geovany Quenda dan Emmanuel Emegha juga telah rampung sejak 2025 dan resmi bertindak pada musim panas ini.
Chelsea tetap aktif di bursa transfer. Klub asal London Barat itu dikabarkan tengah menjalin negosiasi untuk mendatangkan penyerang Brighton Danny Welbeck serta gelandang Brentford Jordan Henderson.
Kehadiran Lacroix dinilai menjadi jawaban atas kebutuhan Chelsea memperkuat lini pertahanan. Manajemen sebelumnya menilai sektor belakang tampil kurang solid musim lampau sehingga memerlukan sosok nan mempunyai postur kuat, keahlian duel udara, serta jiwa kepemimpinan.
Nama Lacroix memang telah lama masuk daftar sasaran berbareng John Stones dan Jacobo Ramon. Proses negosiasi dengan Crystal Palace sempat berjalan alot, baik mengenai nilai transfer maupun kesepakatan personal. Kesepakatan akhirnya tercapai setelah Lacroix menyelesaikan tugasnya berbareng timnas Prancis di Piala Dunia 2026.
Transfer tersebut menjadi sinyal arah baru Chelsea setelah menjalani musim nan mengecewakan. The Blues hanya finis di ranking ke-10 Liga Primer Inggris dan kandas meraih satu pun trofi nan memicu kekecewaan besar di kalangan pendukung. (H-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·