Cianjur Kembangankan Padi Organik, Upaya Diversifikasi Tingkatkan Produktivitas Hasil Pertanian

1 jam yang lalu 3
Cianjur Kembangankan Padi Organik, Upaya Diversifikasi Tingkatkan Produktivitas Hasil Pertanian Panen padi organik di Kabupaten Cianjur. Petani di Cianjur terus mengembangkan padi organik lantaran produktivitasnya nan lebih tinggi dibanding bukan organik.(MI/BENNY BASTIANDY)

SEBAGAI wilayah agraris, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terus mengembangkan sektor pertanian melalui upaya intensifikasi maupun diversifikasi. Salah satunya dilakukan dengan mendorong pengembangan padi organik dengan pertimbangan produktivitas nan relatif cukup tinggi dibanding anorganik.

Kepala Bidang Prasarana Sarana dan Fasilitas Penyuluh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Inna Ratna Sofia, mengatakan saat ini pengembangan padi organik baru sebatas percontohan alias demonstrasi plot (demplot). Ada lima letak nan dipilih sebagai demplot padi organik ialah Kecamatan Warungkondang, Cilaku, Cibeber, Karangtengah, dan Cianjur.

"Sampai saat ini tetap demplot alias percontohan. Jadi, demplot padi organik ini dikelola golongan tani, masing-masing 5 ribu meter persegi alias separuh hektare," katanya, Minggu (23/8).

Dia menyebut, produksi gabah alias padi nan dihasilkan secara organik menunjukkan hasil nan condong meningkat. Per 1 hektare lahan sawah bisa menghasilkan rata-rata 8 ton gabah.

"Ini bisa dibilang keberhasilan lantaran biasanya jika pakai pupuk kimia produktivitasnya hanya 5-6 ton per hektare," tuturnya.

Indeks panen padi organik relatid cukup sama dengan anorganik. Hanya nan membedakannya langkah perlakuan pada proses pemupukan.

"Padi organik juga tergantung kesiapan air. Jadi, indeks panennya bisa dua alias tiga kali," ungkap dia.


RENTAN SERANGAN HAMA


Inna menuturkan, pada tahap awal penanaman, padi organik condong rentan terserang (benih)penyakit alias organisme pengganggu tanaman (OPT). Namun potensi serangan OPT bisa dicegah dengan pestisida alami nan bisa diracik sendiri.

"Kalau soal ancaman kekeringan, sama saja. Tetap padi organik juga memerlukan pasokan air," jelasnya.

Karena itu, sebutnya, pola tanam padi organik kudu tetap diperhatikan para petani. Artinya, jika tepat penghitungan masa panennya, maka sangat mini kemungkinan mengalami kegagalan saat memasuki musim kemarau.

"Jadi, inti padi organik itu lebih kepada perlakuan, terutama penggunaan pupuk. Secara ekonomis, tentu padi organik ini lebih menguntungkan lantaran produktivitasnya cukup tinggi. Ini kan pasti berakibat terhadap penghasilan para petani. Hanya memang padi organik ini butuh perawatan ekstra. Butuh ketelatenan," pungkasnya.

Selengkapnya