Warga Ukraina turun ke jalan memprotes keputusan Presiden Volodymyr Zelensky nan memecat Menhan Mykhailo Fedorov.(AFP/ROMAN PILIPEY)
KEPUTUSAN mengejutkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk mengganti Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov memicu gelombang kemarahan dari masyarakat sipil dan protes dari personil parlemen.
Pada Kamis (16/7) pagi, massa nan didominasi anak muda berkumpul di Kyiv dan kota-kota lainnya, membawa poster bertuliskan "Jangan sentuh Fedorov" dan "Berhenti menyabotase kemenangan!" sembari meneriakkan kata "Malu!".
Menjelang malam, Zelensky menunjuk Mayjen Yevhenii Khmara, nan saat ini menjabat sebagai pelaksana tugas kepala dinas keamanan SBU, sebagai pelaksana tugas menteri pertahanan. Zelensky memuji Khmara mempunyai pengalaman nan belum pernah terjadi sebelumnya dalam operasi tempur berbasis teknologi.
Konflik Terbuka di Pucuk Pimpinan Militer
Pencopotan Fedorov mengonfirmasi rumor adanya ketegangan sistemik antara dirinya dengan Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, Oleksandr Syrskyi. Dalam konvensi pers berbareng PM Inggris Keir Starmer, Zelensky mengakui adanya bentrok nan terjadi di beragam level dan menyatakan bahwa keduanya hanya bisa bekerja sama jika dia turun tangan sebagai mediator.
Fedorov mengungkapkan bahwa dirinya sempat menyarankan Zelensky untuk mengganti Syrskyi dan Kepala Staf Umum Andrii Hnatov.
"Semua inisiatif nan kami usulkan diblokir," ujar Fedorov. Ia apalagi menuding Syrskyi lebih konsentrasi memecah belah negara daripada mencari langkah asimetris untuk mengalahkan Rusia.
Di sisi lain, Syrskyi memberikan tanggapan singkat melalui Telegram, menyatakan kebanggaannya atas operasi pertahanan Kyiv tahun 2022 dan menegaskan fokusnya tetap pada strategi perang nan efektif.
| Pejabat nan Dicopot | Mykhailo Fedorov (Menteri Pertahanan) |
| Pengganti (Plt) | Mayjen Yevhenii Khmara |
| Penyebab Utama | Konflik sistemik dengan Panglima Oleksandr Syrskyi |
| Perubahan Lain | Serhiy Koretsky diangkat sebagai Perdana Menteri menggantikan Yuliia Svyrydenko |
Warisan Inovasi Fedorov
Meski baru menjabat sejak Januari, Fedorov, 35, dinilai telah membawa daya baru ke kementerian. Mantan Menteri Transformasi Digital ini dikenal lantaran pendekatannya nan berbasis data, pemberantasan korupsi, dan modernisasi alutsista melalui program "Army of Drones".
Beberapa pencapaian signifikan Fedorov meliputi:
- Membentuk "IT Army of Ukraine" untuk serangan siber terhadap Rusia.
- Mendesak Elon Musk untuk membatasi penggunaan Starlink oleh Rusia, nan mengganggu operasi garis depan musuh.
- Memimpin serangan drone jarak menengah ke semenanjung Krimea nan diduduki Rusia.
- Menerapkan sistem "gamifikasi" nan memberikan penghargaan bagi unit militer nan sukses menghancurkan aset Rusia.
Reaksi Keras dari Militer dan Aktivis
Pencopotan ini memicu pengunduran diri pejabat militer lainnya. Pavlo Yelizarov, komandan unit drone ternama, mundur dari kedudukan Wakil Komandan Angkatan Udara sebagai corak protes. Ia menyebut pemecatan Fedorov sebagai "kejahatan besar bagi keahlian pertahanan negara".
Seorang tentara Ukraina berjulukan Oleksandr mengatakan kepada BBC bahwa ini adalah "kesalahan terburuk Zelensky selama masa kepresidenannya". Ia mengaku berasosiasi dengan tentara lantaran percaya pada visi dan tim Fedorov.
Zelensky sendiri menyatakan bahwa dia mendengar bunyi masyarakat dan memahami argumen mereka turun ke jalan. Meskipun Fedorov menolak tawaran untuk tetap berada di tim presiden sebagai penasihat, dia menyatakan tetap percaya bahwa Zelensky bakal bisa menyelesaikan situasi ini demi kepentingan rakyat Ukraina. (bbc/Z-1)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·