Cuaca Jawa Tengah Hari Ini: Potensi Hujan Ringan di 8 Daerah dan Peringatan Gelombang Tinggi

1 jam yang lalu 3
 Potensi Hujan Ringan di 8 Daerah dan Peringatan Gelombang Tinggi Terpantau dari Pulasari Pemalang, area Gunung Slamet terlihat cerah berawan Jumat (21/8) pagi, hujan ringan berkesempatan turun di sejumlah wilayah di lereng gunung tersebut pada sore hingga awal malam. (MI/Akhmad Safuan)

BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan berkesempatan mengguyur delapan wilayah di area pegunungan bagian tengah dan sebagian Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah, Jumat (21/8). Selain potensi hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan awal mengenai gelombang tinggi di perairan selatan serta ancaman banjir pasang air laut (rob) di perairan utara.

Cuaca di Jawa Tengah pada pagi hingga siang hari secara umum diprakirakan cerah berawan dan berawan. Memasuki sore hingga awal malam, potensi hujan ringan diprediksi muncul di sejumlah area dataran tinggi nan dapat sedikit meredakan suhu panas di musim kemarau.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Noor Jannah Indriyani, mengungkapkan delapan wilayah nan berkesempatan diguyur hujan ringan meliputi Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Batang, Kajen, Pemalang, dan Slawi. Sementara itu, wilayah lainnya diprediksi tetap cerah berawan hingga berawan sepanjang hari.

Meskipun terdapat potensi hujan, masyarakat diimbau untuk tidak lengah.

"Meskipun ada kesempatan turun hujan ringan di sejumlah daerah, namun tetap waspada terhadap kebakaran rimba dan lahan (karhutla), lantaran di musim tandus ini banyak tanaman kering dan mudah terbakar," kata Noor Jannah Indriyani.

Secara umum, angin bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 10-35 km/jam, suhu udara berkisar 16-34 derajat Celsius, dan kelembapan udara 45-95%. Masyarakat di area pegunungan dan dataran tinggi juga diminta mewaspadai potensi angin kencang.

Ancaman Gelombang Tinggi dan Rob

Di sektor perairan, BMKG mencatat gelombang tinggi berkisar 2,5 hingga 4 meter tetap berjalan di perairan selatan Jawa Tengah. Sementara di area perairan utara, seperti Karimunjawa bagian barat dan timur, Jepara, serta Pati-Rembang, ketinggian gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Usman Effendi, mengingatkan bahwa kondisi ini berisiko bagi keselamatan pelayaran.

"Waspadai gelombang tinggi di atas 1,25 meter saat kecepatan angin di atas 15 knot terutama untuk kapal nelayan dan tongkang," ujar Usman Effendi.

Selain gelombang tinggi, kejadian air laut pasang (rob) juga mulai naik di perairan utara dengan ketinggian maksimum 0,9 meter pada pukul 04.00-07.00 WIB. Usman menambahkan, banjir rob ini berpotensi mengganggu aktivitas penduduk di area pesisir, mulai dari moda transportasi, aktivitas bongkar muat peralatan di pelabuhan, hingga sektor budidaya perikanan darat dan petani garam. (Z-2)

Selengkapnya