Rincian 996 senjata nan ditemukan di ruang eks ketua yayasan sekolah di Jaksel.(Dok. Antara)
POLISI mengungkap rincian ratusan senjata nan ditemukan di sebuah ruangan nan sebelumnya digunakan oleh eks ketua yayasan salah satu sekolah di Jakarta Selatan. Temuan tersebut sempat menjadi perhatian setelah jumlahnya disebut mencapai nyaris seribu pucuk.
Polda Metro Jaya kemudian meluruskan info mengenai jenis senjata nan ditemukan. Dari total 996 pucuk senjata, sebanyak 995 pucuk merupakan senjata angin, sementara hanya satu pucuk nan dikategorikan sebagai senjata api.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, ratusan senjata angin tersebut terdiri dari revolver, pistol, hingga senapan dengan kaliber 4,5 milimeter.
Berikut daftar senjata nan ditemukan:
- 776 revolver angin kaliber 4,5 mm
- 215 pistol angin kaliber 4,5 mm
- 4 senapan angin kaliber 4,5 mm
- 1 senjata api Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA
Dengan demikian, jumlah keseluruhan peralatan berbentuk senjata nan diamankan mencapai 996 pucuk.
Senjata api Franchi SPAS-15 tersebut diketahui terdata atas nama seseorang berinisial DS. Polisi menyebut DS telah meninggal bumi pada 2020. Senjata tersebut sekarang diamankan untuk pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut.
Sebelumnya, pihak sekolah melalui kuasa hukumnya mengungkap adanya sejumlah peralatan nan bentuknya menyerupai beragam jenis senjata populer.
Dalam temuan awal disebut terdapat empat senjata laras panjang, dua senjata laras pendek, peredam, tujuh magasin, hingga amunisi beragam kaliber.
Selain itu, terdapat pula senjata angin alias airsoft nan bentuknya menyerupai FN P90, AK-47, serta M4 Carbine.
Namun, berasas pemeriksaan kepolisian, senjata-senjata tersebut bukan berfaedah FN P90, AK-47, maupun M4 asli. Polisi memastikan nyaris seluruh senjata nan ditemukan merupakan senjata angin kaliber 4,5 mm.
Polisi Dalami Izin dan Asal-usul Senjata
Polisi tetap menyelidiki asal-usul serta perizinan ratusan senjata tersebut, termasuk arsip impor dan argumen peralatan dalam jumlah besar itu disimpan di lingkungan sekolah.
Pihak nan berangkaian dengan mantan ketua yayasan sebelumnya menyatakan ratusan senjata itu legal dan berasosiasi dengan rencana aktivitas menembak.
Namun pihak sekolah menyatakan tidak pernah mempunyai aktivitas ekstrakurikuler menembak.
Penyidik tetap mendalami apakah seluruh peralatan nan ditemukan sesuai dengan arsip dan manifes impor, termasuk menelusuri kepemilikan serta tujuan penyimpanannya.
Kasus tersebut hingga sekarang tetap dalam proses penyelidikan kepolisian. (Ant/Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·