Dampak Kekeringan di Bekasi Meluas, 9 Kecamatan Terima Distribusi Air Bergilir

4 jam yang lalu 4
Dampak Kekeringan di Bekasi Meluas, 9 Kecamatan Terima Distribusi Air Bergilir Ilustrasi .(Antara)

DAMPAK kekeringan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meluas hingga melumpuhkan pasokan air bersih dan merusak ribuan hektare lahan pertanian. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat kekeringan berakibat terhadap 3.002 hektare lahan pertanian nan tersebar di 15 kecamatan dan 52 desa.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan pengedaran air telah berjalan secara berjenjang sejak 9 Juni 2026.

"Hingga saat ini ada 23 desa di 9 kecamatan nan penerima pengedaran air bersih. Semua penduduk terdampak kami layani secara bergilir lantaran keterbatasan armada dan personel," ujar Dodi, seperti dikutip, Jumat (31/7).

Sembilan kecamatan nan diprioritaskan meliputi Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, Cikarang Selatan, Pebayuran, Sukatani, Cabangbungin, Babelan, dan Tarumajaya.

Guna mengatasi keterbatasan operasional, BPBD mendata kendaraan tangki milik perangkat wilayah dan perusahaan swasta untuk menambah armada pengedaran air bersih. 

Sementara itu, kebutuhan air bersih masyarakat difasilitasi Perumda Tirta Bhagasasi melalui akses pengambilan air cuma-cuma di bagian terdekat.

Penyaluran jutaan liter air bersih ini merupakan hasil kerjasama BPBD berbareng Perumda Tirta Bhagasasi, PMI, BBWS Citarum, BBWS Ciliwung-Cisadane, serta bumi upaya seperti PT Hyundai, PT EJIP, Yayasan BMI, Yayasan SCK, DPC GAMKI, dan CSR Jababeka. (P-2)

Selengkapnya