Dua petugas memaksimalkan aliran sungai ke penampungan air baku IPA Lawe-Lawe.(Dok. MI/Ervan Masbanjar)
DAMPAK tandus ekstrem menyebabkan penduduk di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengalami krisis air bersih nan serius. Kondisi ini dipicu oleh mengeringnya sumber air baku nan mengakibatkan aliran air dari jaringan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka PPU meninggal total.
Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid, mengonfirmasi bahwa penurunan debit air baku di Sungai Lawe-Lawe dan sumber air di wilayah Babulu menjadi hambatan utama operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA). Gangguan jasa ini telah diberlakukan sejak Kamis (20/8).
Distribusi Air Bergilir di Wilayah Terdampak
Akibat menipisnya kesiapan air, pihak Perumda melakukan pengaturan pengedaran air secara bertahap. Terdapat dua area utama nan terdampak kebijakan pengaliran bergilir ini:
- Zona Lawe-Lawe Petung
- Zona Lawe-Lawe Penajam
- Wilayah Babulu: Khususnya di area Gunung Intan.
Rasyid menjelaskan bahwa kesiapan air baku untuk wilayah Penajam saat ini hanya tersisa sekitar 30 persen. Sementara itu, wilayah Kecamatan Sepaku dan Waru dilaporkan tetap mempunyai persediaan air baku nan mencukupi, meski Babulu mulai menghadapi keterbatasan serupa.
Upaya Penanganan Darurat
Untuk menjaga kesiapan air di tengah kondisi ekstrem, petugas lapangan berupaya mengumpulkan sisa-sisa genangan air nan tetap layak untuk dialirkan ke penampungan air baku. Selain itu, mobil tangki dikerahkan untuk menyuplai air ke tempat penampungan.
Pemerintah wilayah juga telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Bencana Alam untuk mempercepat penyaluran support air bersih. "Bantuan air bakal didistribusikan ke titik-titik nan telah ditentukan, seperti hidran umum maupun letak pengambilan air nan dapat dijangkau masyarakat," ujar Rasyid.
Koordinasi BPBD dan Satgas
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, menyatakan bahwa permintaan suplai air bersih mulai masuk dari Desa Karang Jinawi (Kecamatan Sepaku) untuk penduduk di 8 RT, serta Desa Gunung Intan (Kecamatan Babulu). Namun, untuk wilayah Penajam, hingga saat ini belum ada permintaan resmi untuk pengedaran air melalui tangki.
BPBD memastikan kesiapan armada truk tangki air untuk menyuplai kebutuhan warga. Jika diperlukan, pemerintah bakal memfungsikan truk tangki milik pemadam kebakaran sebagai armada tambahan setelah melalui proses pembersihan tangki terlebih dahulu.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak dan menampung persediaan air secukupnya selama proses pengaturan pengedaran bergilir berlangsung. (H-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·