Danantara Kedepankan Prinsip Kehati-hatian Restrukturisasi BUMN Karya

14 jam yang lalu 4
Danantara Kedepankan Prinsip Kehati-hatian Restrukturisasi BUMN Karya Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria.(Dok. Danantara)

CHIEF Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pemerintah menerapkan prinsip kehati-hatian nan sangat tinggi dalam proses restrukturisasi BUMN Karya. Langkah ini diambil mengingat kompleksitas persoalan nan telah berjalan lama dan berskala besar di sektor bangunan pelat merah tersebut.

Dony menjelaskan bahwa proses penyehatan ini menyantap waktu cukup lama lantaran persoalan nan dihadapi tidak hanya berada di level induk perusahaan (holding), tetapi juga merambah ke anak dan cucu perusahaan. Ia mencatat setiap BUMN Karya rata-rata mempunyai lebih dari 20 anak perusahaan nan masing-masing mempunyai dinamika masalah tersendiri.

“Persoalannya itu cukup luas. Pertama bahwa liabilities besar, utangnya besar-besar. nan kedua, masalahnya ini tidak hanya di level holding, tapi dia punya anak-anak perusahaan nan juga bermasalah,” ujar Dony dilansir dari Antara, Selasa (18/8).

Menurut Dony, pemerintah menghindari langkah instan seperti langsung melakukan merger alias mempailitkan perusahaan tanpa pertimbangan matang. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas ekosistem industri bangunan dan meminimalisasi akibat negatif terhadap pihak-pihak mengenai (stakeholders).

Terkait sasaran penyelesaian, Dony mengupayakan agar proses restrukturisasi dapat rampung pada akhir tahun 2026. Namun, dia mengakui adanya dinamika norma dan operasional nan rumit, seperti persoalan di LRT City hingga gugatan norma mengenai WIKA Realty, nan membikin kepastian waktu tetap fleksibel.

Sebelumnya, sasaran merger BUMN Karya nan semula dijadwalkan pada Juni 2026 telah digeser ke kuartal IV 2026. Penundaan ini merupakan akibat dari proses audit dan pembenahan internal nan sedang berjalan secara mendalam.

Adapun tujuh BUMN Karya nan masuk dalam rencana restrukturisasi dan merger ini meliputi PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero). (Ant/Z-10)

Selengkapnya