Ilustrasi(MI/Susanto)
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) resmi memperkenalkan jejeran komisaris dan dewan nan bakal menjalankan operasional perusahaan sekaligus mendukung pengawasan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) strategis.
Direktur Utama PT DSI Luke Thomas Mahony mengatakan perusahaan dibentuk antara lain untuk mengawasi dan memfasilitasi tata kelola ekspor SDA strategis guna mencegah praktik manipulasi harga, termasuk under invoicing dan transfer pricing.
Hal tersebut disampaikan Luke dalam aktivitas Peluncuran Babak Baru Tata Kelola Ekspor SDA di Jakarta, Senin (24/8). Dalam agenda tersebut, dia sekaligus memperkenalkan jejeran komisaris dan dewan nan bakal mendampinginya memimpin DSI.
Berikut susunan komplit jejeran PT Danantara Sumberdaya Indonesia:
Jajaran Komisaris PT DSI
Presiden Komisaris: M Syaifurrahman Noer
M Syaifurrahman Noer alias Cipung Noer mempunyai pengalaman di sektor kedirgantaraan dan pertahanan. Ia pernah bekerja sebagai Production Development Engineer di Madrid, Spanyol, sebelum dipercaya menjadi Direktur IPTN untuk program CN-235 di Bandung.
Kariernya bersambung di IPTN North America di Seattle, Amerika Serikat. Ia juga pernah menjabat Presiden Komisaris PT Indonesian Defence Security and Technology dan dikenal sebagai Senior Aerospace and Defence Leader.
Komisaris: Mari Elka Pangestu
Mari Elka Pangestu mempunyai pengalaman panjang dalam pemerintahan serta kebijakan pembangunan ekonomi. Ia pernah menjabat Managing Director of Development Policy and Partnerships di World Bank pada 2020-2023.
Sebelumnya, Mari Elka dipercaya sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2011-2014 serta Menteri Perdagangan pada 2004-2011.
Komisaris: Tony Wenas
Tony Wenas merupakan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia nan menjabat sejak Desember 2018. Ia mempunyai pengalaman lebih dari tiga dasawarsa dalam kepemimpinan di beragam sektor.
Pengalamannya di bagian manajemen juga memperkuat posisinya dalam ekosistem pertambangan nasional.
Komisaris: Harold Tjiptadjaja
Harold Tjiptadjaja sebelumnya menjabat Senior Director Strategic Unit/Transaction & Strategy Support di Danantara Indonesia.
Ia juga pernah menduduki posisi Managing Director Investment Banking di Mandiri Sekuritas. Selain itu, Harold pernah menjadi Chief Investment Officer (CIO) sekaligus Managing Director di Indonesia Infrastructure Finance (IIF).
Harold mempunyai pengalaman lebih dari 25 tahun di sektor investasi, merger dan akuisisi (M&A), project finance, serta restrukturisasi korporasi.
Jajaran Direksi PT DSI
Direktur Utama: Luke Thomas Mahony
Luke Thomas Mahony merupakan penduduk negara Australia nan mempunyai pengalaman di sektor pertambangan. Sebelum memimpin PT DSI, dia pernah menjabat sebagai Direktur PT Vale Indonesia.
Direktur Keuangan: Sinthya Roesly
Sinthya Roesly mempunyai pengalaman di bagian pembiayaan dan pengelolaan keuangan. Ia pernah memimpin PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (IIGF/PII) pada 2009-2017.
Pada 2017-2019, Sinthya menjabat Chairperson and CEO LPEI. Ia juga pernah dipercaya sebagai Direktur Keuangan PT PLN (Persero).
Direktur Manajemen Risiko: Nur Hidayat Udin
Nur Hidayat Udin mempunyai pengalaman selama 28 tahun di Bank Mandiri. Jabatan terakhirnya di bank tersebut adalah Senior Vice President Wholesale Risk.
Ia juga pernah menduduki posisi Director of Risk Management and HSSE di MIND ID.
Direktur Legal dan Kepatuhan: Ivan Ferdiansyah Baely
Ivan Ferdiansyah Baely mempunyai pengalaman lebih dari 20 tahun di bagian private practice, pemerintahan, termasuk IBRA, serta konsultasi.
Ia dikenal sebagai Senior Corporate Lawyer dan Managing Partner of IABF Law Firm. Ivan juga diakui sebagai top tier Legal Expert di Indonesia.
Dengan susunan tersebut, PT Danantara Sumberdaya Indonesia bakal menjalankan peran dalam pengawasan dan fasilitasi tata kelola ekspor SDA strategis, termasuk upaya mencegah praktik manipulasi nilai dalam aktivitas ekspor. (Ant/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·