Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah ketidakpastian dunia nan terus berkembang, pengelolaan kekayaan sekarang tidak lagi semata berfokus pada pertumbuhan aset, tetapi juga pada gimana menciptakan akibat jangka panjang nan berarti bagi family maupun masyarakat. Semakin banyak perseorangan dan family nan mulai memikirkan keberlanjutan bisnis, perencanaan suksesi, hingga upaya membangun legacy nan relevan bagi generasi berikutnya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Bank DBS Indonesia menggelar DBS Insights Forum 2026: A New Lens on a Multipolar World. Forum ini menghadirkan beragam perspektif dari para pakar, pelaku industri, dan pemimpin upaya mengenai langkah menavigasi beragam perubahan global, menyeimbangkan tujuan pribadi dan family hingga menciptakan akibat nan berkelanjutan.
Salah satu topik nan menjadi sorotan dalam forum ini adalah pentingnya membangun legacy nan mempunyai tujuan (purposeful impact). Dalam sesi berjudul Legacy with Purposeful Impact, CCO and Co-Founder DoctorTool Elisa Yoshigoe Wijaya berbagi pengalaman mengenai perjalanan membangun upaya nan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga berupaya menjawab tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Pada kesempatan itu, Elisa memaparkan mengenai perjalanannya mendirikan DoctorTool. Ia mengaku memandang langsung kesenjangan jasa kesehatan di Indonesia, dari ketimpangan kota-daerah, pengedaran master ahli nan belum merata, hingga tingginya beban manajemen tenaga kesehatan.
"Kesehatan adalah fondasi utama nan kudu dipenuhi sebelum kita dapat menyelesaikan beragam persoalan sosial lainnya. Oleh lantaran itu, kami para co-founders berkomitmen untuk mengatasi tantangan sektor kesehatan dan ketimpangan akses ini melalui optimasi teknologi," ujar dia dalam DBS Insights Forum 2026 pada sesi 'Legacy with Purposeful Impact', Rabu (15/7/2026).
Menurut Elisa, pengembangan DoctorTool merupakan salah satu upaya menciptakan warisan alias legacy. Meski demikian, legacy bukan hanya perlu dijaga, tetapi juga kudu dikembangkan.
"Salah satu perihal nan kami sadari adalah, jika second generation tidak mengangkat AI alias transformative technology lainnya, upaya bakal susah untuk berekspansi secara berkelanjutan," jelas dia.
DoctorTool mengembangkan sistem rekam medis digital nan terintegrasi dengan BPJS dan SATUSEHAT. Sehingga master dapat mengakses riwayat pasien dalam hitungan detik, memangkas antrean, mempercepat pelayanan farmasi, serta memanfaatkan AI Clinical Decision Support dalam pengambilan keputusan klinis, termasuk untuk mendukung penanganan stunting.
Teknologi ini sekarang beraksi di 37 provinsi dan menjangkau sekitar 15 juta penerima jasa kesehatan. Elisa tidak memungkiri bahwa tetap ada beragam tantangan dalam memberikan jasa terbaik kepada masyarakat. Karena itu, kerjasama menjadi perihal nan krusial untuk memperluas akibat nan dapat diberikan.
"Kami mau merangkul lebih banyak mitra dari beragam organisasi terdampak. Namun nan paling utama, kami mau menegaskan bahwa kesehatan bukanlah sebuah kewenangan spesial (privilege), melainkan kewenangan mendasar bagi setiap orang," tegas Elisa.
Upaya DoctorTool menciptakan akibat nan berkepanjangan turut mendapat support dari DBS Foundation. DoctorTool merupakan penerima biaya hibah DBS Foundation Business for Impact (BFI) Grant Program 2025 nan dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan AI, prasarana teknologi, dan kapabilitas tim engineering dalam menyempurnakan fitur clinical decision support.
Sejalan dengan pentingnya membangun akibat lintas generasi, Elisa menuturkan bahwa warisan paling berbobot nan diterimanya bukan semata aset alias bisnis, melainkan nilai-nilai nan ditanamkan keluarga. Menurutnya, nilai tersebut menjadi kompas dalam mengambil keputusan, membangun inovasi, hingga memandang tantangan sebagai kesempatan untuk menciptakan akibat nan lebih besar.
"Kesabaran, perseverance, dan disiplin adalah nilai-nilai utama nan ditanamkan oleh Ibu saya. Sementara dari sisi Ayah, sebagai seorang entrepreneur, beliau mengajarkan kami untuk selalu memandang opportunities over risk constraints," ujar Elisa.
Dalam kesempatan nan sama, Head of Group Marketing and Communications Bank DBS Indonesia Mona Monika menjelaskan, bahwa DoctorTool merupakan contoh upaya nan bisa menciptakan akibat sosial sekaligus mempunyai potensi pertumbuhan nan berkelanjutan.
"DoctorTool bisa menciptakan perubahan nan berskala dan berkelanjutan. Juga secara upaya kita lihat ada potensi scale-upnya, lantaran gini wirausaha sosial itu alias sosial enterprise dia will not be able to give impact when the company alias upaya tersebut tidak sustain," ungkap Mona.
Ia juga menegaskan, Bank DBS Indonesia mempunyai agenda keberlanjutan atau sustainability nan bermaksud untuk menjadikan Bank DBS Indonesia sebagai bank nan mendukung terciptanya bumi nan lebih baik.
Bank DBS Indonesia berkomitmen mendorong inklusivitas secara lebih luas dengan memberdayakan upaya berakibat sehingga menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Lewat DBS Foundation, komitmen ini datang menjadi solusi nan menjangkau ribuan penerima faedah di beragam wilayah Indonesia.
"Kita punya tema-tema kerja di DBS Foundation, dan tema kerja kita nomor satu adalah providing essential needs nan di dalamnya mencakup kesehatan, edukasi, hingga mental health, nan kedua adalah fostering inclusion baik inklusi finansial sampai inklusi digital," terang Mona.
Saat ini DBS Foundation membuka kesempatan kepada lebih banyak social enterprise untuk berasosiasi dalam DBS Foundation Business for Impact (BFI) Grant Program 2026. Dengan biaya hibah nan dapat mencapai SGD 250.000 per penerima, DBS Foundation mendukung social enterprise dengan model upaya berkepanjangan dan rekam jejak akibat sosial nan terukur.
"Karena sampai saat ini sebenarnya banyak, nih, animo dari pengguna nan mau ikut berasosiasi dengan program-program nan dilakukan oleh DBS Foundation," terang Mona.
Selain menciptakan akibat melalui bisnis, keberlanjutan legacy juga semakin menjadi perhatian dalam pengelolaan kekayaan keluarga. Dalam forum nan sama, Manulife memaparkan bahwa pertumbuhan family office di Hong Kong dan Singapura meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.
Entitas ini berkedudukan membantu family dalam pengelolaan aset, perencanaan suksesi, dan pengembangan usaha. Tren tersebut menunjukkan bahwa family semakin mengutamakan succession planning nan profesional, termasuk melalui pemanfaatan family trust di Tiongkok.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan aset tetap selaras dengan tujuan pendirinya dan dapat bersambung lintas generasi. Karena itu, succession planning menjadi salah satu aspek krusial dalam membangun legacy nan berkelanjutan.
Berbagai pembahasan dalam DBS Insights Forum 2026 menunjukkan bahwa membangun legacy saat ini tidak hanya berbincang mengenai pewarisan aset alias keberlanjutan bisnis, tetapi juga tentang menciptakan akibat nan dapat dirasakan oleh generasi berikutnya dan masyarakat secara luas. Melalui forum ini, Bank DBS Indonesia menghadirkan beragam perspektif dan insights dari para master untuk membantu pengguna memahami perubahan nan terjadi sekaligus mempersiapkan masa depan dengan lebih percaya diri.
Komitmen ini turut diwujudkan melalui DBS NextGen Excursion dan DBS Expert Connection, nan memberikan akses bagi pengguna dan generasi penerus untuk memperluas insights dunia dari para ahli, perbincangan eksklusif dengan pemimpin industri global, serta membangun networking dengan sesama generasi penerus.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, DBS Treasures dan DBS Treasures Private Client datang sebagai mitra tepercaya dalam mengelola dan mengembangkan kekayaan. Dengan support insights mendalam dari Best Chief Investment Office by The Assets serta pandangan strategis dari para pakar, pengguna dapat mengambil keputusan finansial secara lebih terinformasi, mulai dari pengelolaan aset, perencanaan suksesi, hingga pembuatan legacy nan berarti bagi generasi mendatang.
Komitmen tersebut turut tercermin melalui beragam pengakuan nan diraih Bank DBS Indonesia. Baru-baru ini, Bank DBS Indonesia meraih penghargaan Indonesia's Best Private Bank 2026 dari FinanceAsia serta Best Priority Banking Experience 2026 dari Asian Banking & Finance, dan Best Wealth Manager Highly Commended dari The Asset.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·