ilustrasi(Magnific)
PARA pengamat langit di Amerika Utara dan Eropa perlu menandai Rabu, 12 Agustus di almanak mereka. Mulai dari gerhana matahari di siang hari hingga puncak hujan meteor Perseid di bawah langit tanpa bulan, tanggal ini menawarkan kombinasi kejadian langit nan sangat langka dalam periode 24 jam. Dipadukan dengan kilau planet Venus dan gumpalan bercahaya galaksi Bima Sakti setelah mentari terbenam, hari tersebut berpotensi menjadi salah satu kesempatan pengamatan astronomi terbaik tahun ini.
Atraksi pertama dimulai pada siang hari ketika bulan menutupi sebagian mentari di Alaska, Kanada timur, dan sebagian wilayah timur laut Amerika Serikat. Gerhana mentari total nan dramatis bakal terlihat di sepanjang jalur sempit nan membentang di Greenland timur, Islandia barat, dan Spanyol utara. Menurut laporan Time and Date, sekitar 779 juta orang di Amerika Utara, Eropa, dan Afrika Utara bakal menyaksikan setidaknya 10% eklips mentari sebagian.
Kanada bagian utara bakal mengalami eklips sebagian paling dalam di Amerika Utara, di mana wilayah Nunavut di Arktik Kanada menyaksikan hingga 93% piringan mentari tertutup. Sementara itu, kota-kota besar di timur seperti Toronto, Ottawa, dan Quebec bakal memandang cakupan antara 8% hingga 24%. Di AS, pemandangan terbaik dapat disaksikan dari Alaska dan wilayah Timur Laut, dengan Fairbanks di Alaska memandang 37% cakupan dan Boston sebesar 16%.
Di Eropa, London bakal menyaksikan eklips sebesar 91% dan Paris sebesar 92%. Pengamat diingatkan untuk selalu menggunakan kacamata eklips mentari bersertifikat ISO 12312-2, serta memasang filter mentari pada teropong, teleskop, dan kamera sebelum mengarahkannya ke matahari.
Setelah mentari terbenam, peristiwa besar kedua dimulai. Planet Venus nan cemerlang bakal mudah terlihat saat mencapai fase dikotomi, ialah kondisi di mana planet tampak separuh diterangi cahaya. Melalui teleskop mini alias teropong besar, pengamat dapat memandang Venus menyerupai bulan separuh mini saat bergerak mendekati Bumi.
Saat malam makin pekat, peristiwa ketiga dan keempat dimulai. Hujan meteor tahunan Perseid bakal mencapai puncaknya pada malam 12 hingga 13 Agustus. Tampilan tahun ini diuntungkan oleh fase bulan baru. Menurut The Planetary Society, tanpa adanya sinar bulan nan memudarkan meteor redup, pengamat di bawah langit gelap dapat memandang antara 50 hingga 75 meteor per jam.
Waktu terbaik untuk mengawasi adalah dari tengah malam hingga pukul 02.00 waktu setempat, saat langit berada pada kondisi tergelap dan konstelasi Perseus berada di titik tertinggi. Sebagai bingkisan penutup, pengamat di area pedesaan nan gelap bakal memandang galaksi Bima Sakti membentang di atas kepala. Jika cuaca cerah, kejadian ini bisa menjadi momen pengamatan langit terbesar dalam beberapa tahun terakhir. (Live Science/Z-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·