Jakarta, CNBC Indonesia - Iran dan Oman mengumumkan telah mencapai kesepahaman mengenai koordinat geografis jalur pelayaran di Selat Hormuz, sebuah perkembangan nan berpotensi menjadi langkah krusial menuju pembukaan kembali salah satu jalur daya paling strategis di bumi setelah berbulan-bulan terganggu akibat bentrok di Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, pada Rabu (5/8/2026) mengatakan kedua negara sekarang tengah merampungkan pengumuman berbareng mengenai kesepakatan tersebut, dengan syarat tidak ada pihak ketiga nan mengganggu prosesnya.
"Iran dan Oman telah mencapai pemahaman mengenai koordinat geografis untuk jalur pelayaran melalui Selat Hormuz," kata Baghaei, dilansir The Guardian.
Meski demikian, dia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak otomatis menjamin keamanan di jalur perairan strategis tersebut.
Baghaei menambahkan bahwa setiap kesepakatan antara Iran dan Oman "tidak dengan sendirinya menjamin keamanan" di Selat Hormuz.
Menurut seorang sumber senior Iran dan dua pejabat area nan berbincang kepada Reuters, kesepakatan nan sedang dibahas itu bakal memberikan Teheran kendali atas kapal-kapal nan memasuki Teluk melalui Selat Hormuz.
Jika terealisasi, langkah tersebut bakal menjadi salah satu konsesi terbesar nan pernah diberikan kepada Iran mengenai pengelolaan jalur pelayaran internasional tersebut.
Kesepakatan Iran-Oman itu juga dinilai sebagai batu loncatan menuju perjanjian gencatan senjata nan lebih luas dengan Amerika Serikat. Perjanjian tersebut diharapkan dapat membuka kembali Selat Hormuz bagi lampau lintas pelayaran internasional serta mengakhiri blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran nan selama ini mengguncang pasar daya global.
Perkembangan itu muncul ketika Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pengumuman mengenai kesepakatan tenteram terpisah antara AS dan Iran bisa dilakukan secepatnya pada Rabu.
Namun sumber-sumber nan mengetahui proses negosiasi membantah pernyataan Trump bahwa kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz sudah nyaris selesai.
Mereka menegaskan bahwa sejumlah rincian krusial tetap kudu disepakati sebelum kesepakatan dapat diberlakukan.
Apabila nantinya mendapat persetujuan dari Washington, kesepakatan Iran-Oman bakal menjadi konsesi signifikan lantaran memberikan sebagian kendali atas jalur pelayaran tersebut kepada Teheran.
Sebelum perang dimulai, Selat Hormuz berstatus sebagai jalur perairan netral. Namun situasi berubah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan campuran terhadap Iran pada Februari lalu, nan kemudian mendorong Teheran melakukan serangan terhadap kapal-kapal di area tersebut.
Baghaei menggambarkan pembicaraan antara Teheran dan Muscat berjalan secara positif.
Ia menyebut proses negosiasi melangkah secara "profesional" dan terus mengalami kemajuan.
"Pembicaraan berjalan secara ahli dan terus bergerak maju," kata Baghaei.
Ia menambahkan bahwa "kedua pihak telah mencapai pemahaman berbareng mengenai parameter geografis jalur nan sedang dibahas."
Menurut Baghaei, jika tidak ada kombinasi tangan dari pihak ketiga, pernyataan berbareng antara Iran dan Oman nan memuat pertimbangan utama dan poin-poin kesepahaman pokok sekarang telah memasuki tahap akhir peninjauan dan penyusunan.
"Jika sejumlah pihak ketiga tidak menghalangi proses ini, pernyataan berbareng kedua negara nan memuat pertimbangan utama dan poin-poin krusial kesepahaman saat ini berada pada tahap akhir peninjauan dan penyusunan," ujarnya.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

58 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·