Demo 27 Agustus tak Otomatis Tekan Rupiah dan IHSG

1 jam yang lalu 3
Demo 27 Agustus tak Otomatis Tekan Rupiah dan IHSG Nilai tukar Rupiah.(Dok. Antara)

RENCANA tindakan unjuk rasa pada 27 Agustus mendatang dinilai tidak bakal memberikan akibat pelemahan otomatis terhadap nilai tukar Rupiah maupun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pasar condong lebih memperhatikan stabilitas keamanan dan aspek esensial ekonomi dunia dibandingkan tindakan massa semata.

Peneliti Center of Reform on Economics (CoRE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menjelaskan bahwa pelaku pasar tidak merespons unjuk rasa secara reaktif selain jika tindakan tersebut melibatkan skala massa nan sangat besar alias memicu kekerasan. Menurutnya, penanammodal lebih menyoroti potensi gangguan terhadap aktivitas ekonomi dan stabilitas kebijakan jangka panjang.

“Aksi nan direncanakan di depan Gedung DPR saat ini tetap relatif terbatas dengan agenda nan beragam. Selama berjalan tertib dan tidak menimbulkan gangguan besar, dampaknya terhadap Rupiah dan IHSG kemungkinan hanya berkarakter sementara,” ujar Yusuf pada Selasa (25/8).

Meski demikian, Yusuf memberikan catatan bahwa akibat tekanan pasar tetap ada andaikan terjadi eskalasi kekerasan alias kerusakan akomodasi publik. Hal tersebut dapat meningkatkan persepsi akibat politik di mata investor, nan berpotensi memicu tindakan jual di pasar modal.

Dari sisi ekonomi riil, gangguan aktivitas upaya dan kemacetan di wilayah Senayan diprediksi hanya bakal menekan transaksi harian secara lokal. Dampaknya terhadap ekonomi nasional dianggap minim selama tindakan tetap terpusat di Jakarta dan tidak meluas ke wilayah strategis lainnya.

Yusuf menekankan bahwa perhatian pasar saat ini justru lebih banyak tertuju pada aspek eksternal dan parameter makro. Arus biaya asing, pergerakan dolar AS, kondisi pasar global, defisit transaksi berjalan, serta perubahan nilai daya menjadi penentu utama pergerakan pasar finansial saat ini.

“Nilai tukar Rupiah bisa melemah meskipun tindakan melangkah tenteram andaikan dolar AS menguat alias sentimen dunia memburuk. Sebaliknya, IHSG tetap bisa memperkuat jika arus biaya asing tetap masuk dan level 6.500 bisa dipertahankan,” tambahnya.

Sebagai skenario dasar, volatilitas Rupiah dan IHSG diprediksi meningkat hanya pada hari penyelenggaraan aksi. Namun, belum ada indikasi pelemahan bakal berjalan signifikan alias berkepanjangan. Setelah tindakan berakhir, pasar diperkirakan bakal kembali merespons kondisi esensial dan arus modal internasional. (Z-10)

Selengkapnya