loading...
Demonstrasi nan bakal dilakukan akhir Agustus 2026 diwarnai kekhawatiran munculnya provokasi dan pihak nan berupaya menunggangi situasi. Foto Gedung Grahadi di Surabaya dibakar massa saat demo rusuh akhir Agustus 2025 lalu.Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
JAKARTA - Aksi demonstrasi nan bakal dilakukan pada akhir Agustus 2026 diwarnai kekhawatiran munculnya provokasi dan pihak-pihak nan berupaya menunggangi situasi. Masyarakat diingatkan tidak mudah terpancing info nan beredar di media sosial (Medsos) serta bersama-sama menjaga persatuan dan ketertiban.
Komandan Satuan Siber Mabes TNI Brigjen Juinta Omboh Sembiring meminta masyarakat lebih berhati-hati menyikapi info mengenai rencana aksi. Menurutnya, media sosial menjadi ruang nan rentan dipenuhi konten nan dapat memengaruhi masyarakat dan memicu provokasi.
Baca juga: Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Bakal Demo di DPR 27 Agustus, Ini 2 Tuntutannya
"Pesan kita adalah tidak usah terprovokasi. Di media sosial itu terlalu banyak provokasi," ujarnya, dikutip Rabu (26/8/2026).
Juinta mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai info nan belum dipastikan kebenarannya. Warga juga diminta tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dan tidak mudah terpengaruh narasi nan dapat mengadu domba.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·