Calon Gubernur BI Destry Damayanti(Youtube Parlemen)
Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyiapkan tiga misi utama sebagai injakan dalam menjalankan kepemimpinan di bank sentral. Ketiga misi tersebut mencakup menjaga stabilitas, mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, serta memperkuat kerjasama melalui "Sinergi Merah Putih".
Hal tersebut disampaikan Destry dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) berbareng Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/8). Sebagai calon tunggal, dia menekankan pentingnya keselarasan antara stabilitas dan pertumbuhan.
Tiga Misi Utama
Misi pertama nan dipaparkan Destry adalah menjaga stabilitas sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi. Hal ini sejalan dengan mandat BI untuk menjaga stabilitas nilai Rupiah dan sistem pembayaran.
"Dan turut serta menjaga stabilitas sistem finansial dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi nan berkelanjutan," ujar Destry di hadapan personil dewan.
Misi kedua berfokus pada kontribusi aktif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nan berkelanjutan. Destry menilai stabilitas dan pertumbuhan merupakan dua perihal nan terintegrasi. Stabilitas nan kokoh bakal memberikan kepastian bagi bumi usaha, sehingga ekonomi dapat tumbuh secara berkesinambungan.
Misi ketiga adalah memperkuat sinergi dengan beragam pemangku kepentingan melalui Sinergi Merah Putih. Koordinasi ini bakal melibatkan pemerintah pusat, otoritas terkait, DPR, hingga perwakilan wilayah guna menghadapi tantangan menuju Indonesia 2045.
Lima Inisiatif Strategis
Untuk merealisasikan misi tersebut, Destry menyiapkan lima inisiatif strategis:
- Penguatan Bauran Kebijakan: BI bakal memperkuat respons terhadap tekanan eksternal, nilai tukar, dan inflasi. Fokus moneter tetap pada stabilitas dengan kebijakan BI-Rate nan berkarakter pre-emptive dan forward looking. Selain itu, bakal diterapkan smart intervention dan operasi moneter pro-market.
- Revitalisasi Kebijakan Lalu Lintas Devisa: Penguatan pengawasan berbasis digital dan supervisory technology (suptech) untuk memitigasi akibat seperti under-invoicing nan melibatkan banyak pihak.
- Keuangan Inklusif dan Berkelanjutan: Mendorong pertumbuhan ekonomi nan berbobot melalui penguatan kebijakan makroprudensial, inklusi keuangan, dan ekonomi syariah.
- Tata Kelola dan Inovasi Kelembagaan: Memperkuat kredibilitas dan kapabilitas internal BI seiring dengan mandat nan semakin besar.
- Sinergi Merah Putih: Menjadikan kerjasama sebagai benang merah seluruh kebijakan.
Digitalisasi dan Peran Daerah
Dalam perihal sistem pembayaran, Destry berkomitmen mempercepat ekonomi digital nan kondusif melalui QRIS, sembari tetap memprioritaskan perlindungan konsumen dan mitigasi akibat siber. Meski digitalisasi diperkuat, BI menjamin kesiapan duit tunai layak edar di seluruh pelosok Indonesia, termasuk wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Di tingkat regional, Destry berencana mengoptimalkan 46 instansi perwakilan BI sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Tujuannya adalah mengembangkan potensi ekonomi lokal, meningkatkan investasi, serta mendorong ekonomi kerakyatan.
"Keberhasilan Bank Indonesia tidak ditentukan oleh keahlian bekerja sendiri, melainkan keahlian membangun Sinergi Merah Putih," pungkasnya. (E-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·