ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung blak-blakan mengatakan negaranya sedang berada di tengah-tengah kerusakan. Dan berjanji bakal melakukan perbaikan di beragam aspek.
Hal itu disampaikan saat untuk pertama kalinya sejak memerintah, Presiden Lee secara resmi berjumpa pendahulunya, mantan presiden Moon Jae-in, Rabu (1/7/2026). Pertemuan itu dilakukan dalam konsep makan siang berbareng di wisma Sangchunjae di Cheong Wa Dae, Seoul.
Dalam pertemuan itu, Lee juga mengungkapkan, pemerintahannya sedang berupaya menggalakkan lagi kebijakan perdamaian tenteram di Semenanjung Korea. Seperti diketahui, kebijakan mantan presiden Korsel Moon Jae-in di era pemerintahannya gencar mengupayakan diplomasi tenteram dengan Korea Utara. Setidaknya, tercatat ada 3 kali pertemuan berhistoris antara Moon Jae-in dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.
Seperti dilansir The Korea Herald, Presiden Lee dan mantan presiden Moon membahas kebijakan nan telah dihentikan oleh mantan Presiden Yoon Suk Yeol, nan dikatakan condong mengambil sikap konfrontatif terhadap Korea Utara.
Lee menyatakan sedang berupaya mengembalikan inisiatif-inisiatif nan dilakukan Moon ke jalur nan benar. Seperti upaya rekonsiliasi dnegan Korea Utara dan perdamaian di Semenanjung Korea. Serta, kebijakan mendorong penduduk Korea Selatan membangun prasarana daya terbarukan, seperti panel surya.
Secara tak terduga, Lee menyebut, upaya dan upaya nan dilakukan Moon selama menjabat sekarang telah rusak. Lee pun berjanji bakal memperbaikinya.
"Prestasi nan Anda raih selama masa kedudukan lima tahun Anda telah rusak parah. Di bagian diplomasi, keamanan nasional, hubungan antar-Korea, ekonomi, dan budaya, negara ini telah hancur di banyak bidang," kata Lee, dikutip dari The Korea Herald, Rabu (1/7/2026).
"Sekarang saya sedang dalam proses memperbaiki kerusakan. Saya telah memotivasi diri sendiri untuk memperbaikinya," sambungnya.
Disebutkan, pertemuan ini berjalan di tengah perebutan kekuasaan internal di blok liberal. Faksi pro-Lee disebut-sebut berbeda dengan mereka nan bersimpati kepada Moon, nan sebagian besar berkawan dengan Anggota Kongres Jung Chung-rae, nan berupaya mencalonkan diri kembali sebagai ketua Partai Demokrat Korea pada bulan Agustus.
Selain membicarakan kebijakan upaya tenteram di Semenanjung Korea, dalam pertemuan itu, Lee juga memuji kebijakan Moon di eranya, mengenai daya terbarukan panel surya.
Kata Lee, kebijakan jagoan Moon itu sukses menarik investasi negara sebesar 800 triliun won (US$514 miliar) nan telah diumumkan untuk membangun pabrik chip semikonduktor di wilayah barat daya.
Sementara, dalam aktivitas terpisah-diadakan kemudian di hari nan sama oleh Dewan Penasihat Unifikasi Damai kepresidenan, Lee mengatakan, konsistensi adalah kunci untuk mengubah gencatan senjata antara kedua Korea menjadi pengakhiran permanen perang di Semenanjung Korea.
"Kita kudu terus-menerus mengetuk pintu Korea Utara nan saat ini terkunci," kata Lee.
"Jika kita terus-menerus mengetuk pintu, bukankah pintu itu bakal terbuka?" pungkasnya.
Presiden Lee Jae Myung (kanan) dan mantan Presiden Moon Jae-in menuju pertemuan makan siang di wisma Sangchunjae di dalam Cheong Wa Dae di Seoul pada hari Rabu (1/7/2026). (Instagram/2_jaemyung) Foto: Presiden Lee Jae Myung (kanan) dan mantan Presiden Moon Jae-in menuju pertemuan makan siang di wisma Sangchunjae di dalam Cheong Wa Dae di Seoul pada hari Rabu (1/7/2026). (Instagram/2_jaemyung)
(dce/dce)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·