Di Tangan Amran, Kerajaan Bawang Putih RI Mau Bangkit dari Kubur

54 menit yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia sekarang tetap menghadapi ketergantungan tinggi terhadap impor bawang putih dari China. Produksi dalam negeri saat ini hanya berada di kisaran 39 ribu-40 ribu ton, jauh di bawah kebutuhan nasional nan mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun.

Artinya, produksi bawang putih lokal baru bisa memenuhi sebagian mini kebutuhan nasional. Ketergantungan terhadap impor pun tetap mencapai sekitar 90%-95%.

Kondisi ini mendorong pemerintah kembali memperkuat upaya swasembada bawang putih. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, sekarang menggelontorkan support Rp55,65 miliar untuk pengembangan area bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lombok dulunya dikenal sebagai sentra produksi bawang putih.

Dukungan tersebut diberikan untuk memperluas areal tanam sekaligus memperkuat sarana produksi petani. Dari total anggaran itu, Rp52,64 miliar dialokasikan untuk pengembangan area bawang putih seluas 658 hektare.

Sementara itu, Kementan juga memberikan 15 unit irigasi perpompaan, 9 unit hand traktor, dan 17 unit pompa air.

Amran mengatakan, pemerintah juga bakal memastikan kebutuhan bibit untuk mendorong peningkatan produksi bawang putih nasional. Jika pasokan bibit dari dalam negeri belum mencukupi, pemerintah membuka opsi impor benih.

"Terima kasih kepada Pak Kapolri dan jajarannya, Kapolda seluruh Indonesia dalam support untuk swasembada bawang putih. Benih kita upaya untuk mendukung produksi, jika kesiapan dalam negeri kurang kita upayakan impor," kata Amran dalam keterangannya, dikutip Rabu (19/8/2026).

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, sekarang menggelontorkan support Rp55,65 miliar untuk pengembangan area bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Kementan)Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, sekarang menggelontorkan support Rp55,65 miliar untuk pengembangan area bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Kementan) Foto: Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman, sekarang menggelontorkan support Rp55,65 miliar untuk pengembangan area bawang putih di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Kementan)

Upaya tersebut dilakukan saat pemerintah tengah mendorong peningkatan produksi pangan nasional. Penanaman bawang putih serentak nan dipusatkan di Sembalun merupakan bagian dari aktivitas ketahanan pangan Polri, dengan potensi lahan sekitar 2.593,1 hektare nan tersebar di 17 provinsi.

Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan panen bawang putih, serta peresmian penyimpanan ketahanan pangan Polri.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, bawang putih menjadi salah satu tantangan nan tetap kudu diselesaikan pemerintah dalam mengejar swasembada pangan. Pasalnya, Indonesia sebenarnya pernah bisa memenuhi kebutuhan bawang putih dari produksi dalam negeri.

"Alhamdulillah dipimpin Bapak Mentan kita semakin hari bisa terus meningkatkan apa nan diharapkan alias diperintahkan Bapak Presiden Prabowo untuk swasembada," ujar Sigit.

Menurut Sigit, capaian swasembada pada sejumlah komoditas menjadi kebanggaan bersama. Namun, kondisi bawang putih tetap menjadi pekerjaan rumah lantaran produksi domestik tetap jauh di bawah kebutuhan.

"Ini menjadi tantangan bagi kita semua apakah kita bisa melaksanakan tugas tersebut," katanya.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto juga menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih. Ia mengingatkan bahwa Indonesia pernah mencapai masa kejayaan bawang putih pada 1994-1995, ketika produksi dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan nasional.

Menurutnya, kondisi tersebut semestinya menjadi dorongan bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk kembali mengejar swasembada.

"Apresiasi juga kepada Mentan Amran dan jejeran nan bekerja keras sehingga kita bisa swasembada beras, swasembada jagung, swasembada telur, dan lainnya," ujar Titiek.

"Pertanyaan sederhana kita, kita pernah swasembada, kenapa kita tidak bisa lagi untuk swasembada?" tutur dia.

Titiek menegaskan penanaman bawang putih kudu menjadi awal dari aktivitas nan konsisten dan berkelanjutan, bukan sekadar aktivitas seremonial. Di sisi lain, peningkatan produksi juga kudu dibarengi dengan kepastian pendapatan nan layak bagi petani.

Pemerintah sekarang berambisi ekspansi area tanam, tambahan sarana produksi, dan support bibit dapat meningkatkan produksi bawang putih secara bertahap. Langkah tersebut diharapkan sekaligus menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor dan membawa kembali swasembada bawang putih.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya