Jakarta, CNBC Indonesia - Hilirisasi dianggap sebagai game changers dalam mendukung pencapaian Indonesia Emas dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi, hilirisasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan program nan cukup ambisius.
Tidak heran, Presiden Prabowo selalu mendapatkan laporan perincian capaian setiap tahapan proyek, apalagi kendalanya agar bisa melakukan mitigasi segera mungkin. Oleh lantaran itu, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia bergerak sigap untuk menuntaskan 26 proyek hilirisasi strategis nasional dengan nilai investasi mencapai Rp225 triliun.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria dalam akun instagram resmi @bumn_id menyebutkan, bahwa proyek masif ini diproyeksikan bakal menyerap sebanyak 37.833 tenaga kerja.
"Ini menjadikannya salah satu mesin utama dalam pembuatan lapangan kerja dan penguatan ekonomi nasional," terangnya, dikutip Rabu (29/7/2026).
Pelaksanaan proyek dilakukan dalam dua fase. Fase pertama, nan dimulai melalui groundbreaking pada 6 Februari 2026, mencakup enam proyek prioritas di 13 letak dengan nilai investasi Rp109 triliun dan potensi penyerapan 11.456 tenaga kerja.
Sementara itu, fase kedua, nan dimulai melalui groundbreaking pada 29 April 2026, meliputi 10 proyek prioritas di 13 letak dengan nilai investasi Rp116 triliun dan diperkirakan menyerap 26.377 tenaga kerja.
Menurutnya, hilirisasi kudu memberikan faedah nan nyata bagi perekonomian nasional, tidak hanya dari sisi investasi, tetapi juga dari dampaknya terhadap masyarakat. "Tidak hanya menghasilkan investasi, hilirisasi ini juga menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah, dan membikin nilai tambahnya dinikmati di dalam negeri," kata Dony dalam keterangan resminya.
Sejumlah proyek tersebut mencakup beragam komoditas strategis, mulai dari sektor pertambangan seperti pembangunan smelter aluminium, baja nirkarat, dan tembaga, hingga sektor daya dan pangan melalui pengembangan akomodasi bioavtur, bioetanol, pengolahan kelapa sawit, industri kelapa, serta peternakan ayam terintegrasi.
Investasi nan dijalankan diharapkan bisa menciptakan nilai tambah di dalam negeri, membuka kesempatan kerja baru, serta memberikan faedah nan berkepanjangan bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.
Selain itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani juga menjelaskan di sampling mendorong eksekusi seluruh 26 proyek nan sudah terdaftar, pihaknya juga tengah membidik sejumlah potensi proyek hilirisasi baru nan dinilai layak untuk dikembangkan lebih lanjut.
"Dan kelak kita sedang kaji lagi untuk beberapa proyek hilirisasi lagi nan memang feasible dan kita perlukan ke depannya," kata Rosan. Dia memastikan bahwa konsentrasi hilirisasi dalam negeri tidak hanya bakal konsentrasi pada satu sektor komoditas saja. Berbagai sektor lainnya sekarang mulai dipetakan untuk mendapatkan nilai tambah. "Ya kita kaji dulu ada beberapa lah kelak kita kabarkan. Nggak (hanya sektor mineral), di sektor lain juga," tandasnya.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

48 menit yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·