ARTICLE AD BOX
Siswa sekolah dasar di Surabaya mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).(MI/Faishol Taselan)
DINAS Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menurunkan tim supervisi memastikan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) melangkah tanpa kekerasan.
“Kita supervisi. Jadi, semua tim kita kelak bakal secara bergantian kita tengok sekolah-sekolah nan memang melakukan MPLS hari ini,” kata Kepala Dispendik Kota Surabaya Febrina Kusumawati di Surabaya, Senin (13/7).
Tim itu diturunkan bergantian untuk mengecek MPLS di sekolah-sekolah nan ada di Kota Pahlawan. Dispendik Surabaya juga memastikan pusat pengaduan terbuka jika ada nan mau mengeluhkan proses MPLS. “Posko pusat pengaduan kita terbuka. Apapun itu tidak hanya ngomongin MPLS,” ungkapnya lagi.
Ia juga meminta orang tua tidak mengkhawatirkan penyelenggaraan MPLS. Hal ini dikarenakan dispendik sudah menekankan seluruh sekolah, untuk penerapan MPLS tanpa perpeloncoan dan kekerasan.
“Kita tekankan bahwa anak-anak itu mengenal lebih dalam lagi sekolah sebelum kelak hari Senin depan anak-anak sudah betul-betul belajar full di sini,” paparnya.
Sekolah juga diminta konsentrasi mengenalkan akomodasi bagi siswa, sekaligus metode pembelajaran juga standar operasional prosedurnya. “Siapa gurunya, ruangan kelasnya di mana, Terus lenyap itu SOP- SOP tahapan di sini seperti apa. Kalau saya bisa kan sakit perut saya kudu ke mana. Jadi, anak-anak itu diajarin seperti itu. Jadi, para orang tua tidak usah cemas tadi sampaikan Ibu kepala sekolah juga. Kalaupun ada rasa-rasa nan anak itu cerita kepada orang tua saya di monggo bisa konfirmasi kepada bapak, ibu guru,” bebernya.
Ia menekankan orang tua agar percaya pada sekolah. Apalagi monitoring ini dilakukan hingga tingkat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dispendik Kota Surabaya meminta semua sekolah menjalankan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) ramah tanpa perploncoan alias aktivitas bentuk berlebihan.(E-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·