Lionel Messi melakukan selebrasi.(Instagram/afaseleccion)
Lionel Messi menepis dugaan Argentina ke final Piala Dunia 2026 terjadi lantaran support wasit alias perlakuan istimewa. Kapten Albiceleste menegaskan keberhasilan timnya lahir dari konsistensi dan mental juara nan dibangun selama beberapa tahun terakhir.
Argentina memastikan tempat di partai puncak setelah membalikkan keadaan untuk menundukkan Inggris 2-1 pada semifinal. Sempat tertinggal, Albiceleste bangkit lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez nan sama-sama berasal dari assist Messi.
Hasil tersebut membawa Argentina ke final Piala Dunia untuk kedua jenis beruntun sekaligus membuka kesempatan menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1958 dan 1962 nan bisa mempertahankan gelar juara dunia. Messi mengatakan pencapaian itu tidak diraih dengan mudah. Menurutnya, hanya sedikit tim nan bisa menembus dua final Piala Dunia secara beruntun.
"Mencapai dua final Piala Dunia berturut-turut adalah sesuatu nan sangat sedikit tim bisa lakukan, dan golongan ini sukses melakukannya. Kalau kami kalah dari Inggris, pasti bakal ada nan kembali melontarkan beragam omong kosong. Untungnya kami tidak memberi mereka kesempatan," kata Messi seperti dikutip ESPN.
Sepanjang turnamen, Argentina beberapa kali kudu bekerja keras untuk lolos. Mereka melewati hadangan Tanjung Verde dan Swis hingga babak tambahan waktu, lampau menciptakan comeback dramatis saat mengalahkan Mesir 3-2.
Namun, perjalanan itu juga diiringi kritik. Pelatih Swiss dan Mesir sempat mempertanyakan sejumlah keputusan wasit. Bahkan pembimbing Mesir Hossam Hassan menuding Argentina mendapat perlakuan unik dari otoritas sepak bola dunia. Di media sosial juga beredar klaim nan menuding jalur Argentina menuju final lebih menguntungkan.
Messi menjawab semua tudingan tersebut lewat performa tim di lapangan. Dia menilai Argentina membuktikan kualitasnya dalam empat tahun terakhir. Keberhasilan kembali mencapai final menjadi bukti bahwa prestasi Argentina bukan kebetulan.
"Kami adalah tim terbaik dalam empat tahun terakhir, suka alias tidak suka. Apa pun nan orang katakan," ucap Messi.
"Sekali lagi kami membuktikan kami termasuk dua tim terbaik di dunia. Itu menunjukkan semua nan kami capai bukan kebetulan dan tidak ada satu pun nan diberikan begitu saja kepada kami," tegas eks pemain Barcelona tersebut.
Sebelumnya, pembimbing Argentina Lionel Scaloni juga enggan menanggapi tudingan mengenai kepemimpinan wasit maupun FIFA. Dia menyarankan publik agar tidak terlalu terpengaruh oleh beragam narasi nan beredar di media sosial. (E-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·