Pasien korban gempa dirawat di tenda di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggu Nusa Tenggara Timur, Rabu (19/8).(Humas RSUD Ruteng)
BEBAN pelayanan pascagempa membikin sejumlah master dan perawat di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kelelahan dan sakit. Kondisi itu terjadi di tengah keterbatasan tenaga kesehatan nan dimiliki rumah sakit.
Humas RSUD Ruteng, Yohana R.D. Mari, mengatakan rumah sakit mempunyai 312 perawat dan perawat serta 19 master umum. Jumlah tersebut dinilai tetap kurang untuk memenuhi kebutuhan pelayanan, terlebih setelah gempa.
“Tenaga kesehatan Tidak mencukupi sekali Tanpa gempa saja, kita kurang apalagi kudu beraksi di dua tempat dgn jumlah perawat dan perawat rsud yg hanya 312 dan master umum 19,” kata Yohana saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (19/8).
Dari 19 master umum, satu orang saat ini sakit, sementara enam master lainnya dalam kondisi kurang sehat. Meski demikian, enam master tersebut tetap menjalani agenda shift dengan mengonsumsi obat. Selain dokter, empat perawat juga mengalami kondisi kesehatan nan terganggu.
“Dengan kondisi beberapa master dan perawat nan kelelahan dan infus di UGD RSUD,” ujarnya.
Beban pelayanan meningkat lantaran RSUD Ruteng tetap menangani pasien korban gempa. Hingga Selasa (18/8), sebanyak 25 korban gempa dirawat di rumah sakit. Delapan pasien telah menjalani operasi, terdiri atas tiga operasi ortopedi dan lima operasi caesar.
Secara keseluruhan, jumlah pasien nan mendapat pelayanan di RSUD Ruteng mencapai 82 orang. Sebanyak 35 pasien dirawat di tenda, sedangkan pasien lainnya ditempatkan di ruang perawatan lantai satu. Rumah sakit juga melayani delapan pasien hemodialisa.
Para tenaga kesehatan nan bekerja di tenda juga menghadapi kondisi dingin, tidak adanya penghangat, serta keterbatasan tempat untuk beristirahat. Kondisi tersebut menambah beban tenaga kesehatan nan tetap kudu memberikan pelayanan kepada pasien.
Yohana mengatakan kekurangan tenaga kesehatan juga terjadi dalam pelayanan di Reo dan tenaga penyuluh kesehatan masyarakat. Kondisi ini membikin kebutuhan tambahan tenaga menjadi semakin krusial di tengah pelayanan pascagempa.
Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan perlunya penguatan kapabilitas RSUD Ruteng agar bisa menampung lebih banyak pasien, terutama saat terjadi lonjakan kebutuhan pelayanan kesehatan akibat bencana. (Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·