ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespon nilai tukar rupiah nan kembali menyentuh Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Purbaya menegaskan masalah pergerakan nilai tukar merupakan urusan Bank Indonesia dan percaya bahwa bank sentral juga sudah mengerti kondisi dan langkah upaya menstabilkan rupiah.
"Tanyakan ke bank sentral kitalah. Saya pikir bank sentral ngerti," katanya ditemui pewarta di area olah raga Senayan, Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Sebagaimana diketahui, tekanan terhadap rupiah kembali terjadi pada perdagangan Rabu pagi (8/7/2026). Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menembus level psikologis Rp18.000/US$.
Merujuk info Refinitiv, pada pukul 10.11 WIB, rupiah melemah 0,17% ke level Rp18.000/US$ sebelum akhirnya nilai tukar rupiah berhujung di area merah dengan terkoreksi 0,11% ke level Rp17.990/US$.
Pergerakan rupiah sepanjang hari tetap dipengaruhi dinamika dolar AS di pasar global.
Meski DXY terpantau melemah pada sore ini, indeks dolar AS sempat memperkuat di area penguatan sejak penutupan perdagangan kemarin hingga pembukaan perdagangan pagi tadi.
Dinamika ini terjadi akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Eskalasi terjadi setelah Amerika Serikat melancarkan serangan jawaban ke Iran pada Rabu awal hari waktu setempat, menyusul laporan serangan terhadap sejumlah tanker nan melintasi Selat Hormuz.
(arj/arj)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·