Presiden AS Donald Trump memperlihatkan perintah pelaksana nan menginstruksikan pengurangan jumlah vaksinasi wajib bagi anak-anak.(AFP/Jim WATSON)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi menandatangani perintah pelaksana nan menginstruksikan pengurangan jumlah vaksinasi wajib bagi anak-anak. Kebijakan baru ini juga merekomendasikan pemisahan suntikan kombinasi untuk campak, gondongan, dan rubela (MMR) menjadi dosis nan diberikan secara terpisah.
Dalam pernyataannya di Oval Office, Senin (10/8) waktu setempat, Trump berdasar bahwa standar kesehatan di masa lampau lebih baik dengan jumlah vaksin nan lebih sedikit.
"Beberapa dasawarsa lalu, anak-anak hanya menerima sebagian mini dari vaksin nan diwajibkan saat ini," ujar Trump.
Ia juga mengaitkan peningkatan nomor autisme saat ini dengan beban vaksinasi, meskipun klaim tersebut telah dibantah oleh beragam penelitian medis.
Pengurangan dari 18 Menjadi 11 Vaksin
Melalui perintah tersebut, pemerintahan Trump sekarang hanya mengakui 11 jenis vaksinasi inti sebagai "standar emas", jauh di bawah 18 jenis vaksin nan saat ini direkomendasikan oleh American Academy of Pediatrics (AAP). Trump menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memfokuskan perlindungan pada penyakit nan dianggap paling serius dan berbahaya.
Berikut adalah daftar 11 vaksinasi nan tetap direkomendasikan di bawah perintah baru tersebut:
| 1 | Campak (Measles) |
| 2 | Gondongan (Mumps) |
| 3 | Rubela (Rubella) |
| 4 | Difteria |
| 5 | Tetanus |
| 6 | Pertusis (Batuk Rejan) |
| 7 | Polio |
| 8 | Haemophilus influenzae jenis B (Hib) |
| 9 | Penyakit Pneumokokus |
| 10 | Human Papillomavirus (HPV) |
| 11 | Varisela (Cacar Air) |
Kontroversi Pemisahan Vaksin MMR
Salah satu poin paling kontroversial adalah rekomendasi untuk memisahkan suntikan MMR. Trump mengibaratkan pemberian vaksin kombinasi sekaligus seperti menuangkan sebotol soda ke dalam tubuh anak, nan menurutnya bisa berakibat fatal.
Namun, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah nan menunjukkan faedah dari pemisahan vaksin MMR menjadi tiga suntikan individu. CDC menyatakan bahwa mendapatkan vaksin kombinasi jauh lebih kondusif daripada akibat terkena penyakit campak, gondongan, alias rubela itu sendiri.
Peringatan Pakar: Para mahir kesehatan cemas pemisahan agenda vaksin bakal membikin anak-anak rentan terinfeksi penyakit di masa tunggu antarsuntikan. Selain itu, akibat orangtua melewatkan agenda kunjungan master menjadi lebih tinggi jika jumlah kunjungan bertambah.
Otonomi Negara Bagian dan Pilihan Orangtua
Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS), Robert F. Kennedy Jr., menyatakan bahwa perubahan ini bermaksud untuk memberikan pilihan kepada orangtua, bukan melarang akses terhadap vaksin.
Perlu dicatat bahwa pemerintah federal tidak mempunyai kewenangan penuh untuk memaksakan rekomendasi ini, lantaran persyaratan vaksinasi untuk sekolah diatur di tingkat negara bagian.
Hingga saat ini, organisasi medis dunia tetap merujuk pada studi besar, termasuk penelitian di Denmark pada 2019 terhadap lebih dari 650.000 anak, nan secara konsisten menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara vaksin MMR dan autisme.
CDC tetap merekomendasikan dua dosis vaksin MMR kombinasi: dosis pertama pada usia 12-15 bulan dan dosis kedua pada usia 4-6 tahun. (bbc/Z-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·