DPO Narkoba Tewas Ditembak Polisi Lampung, Tiga Anggota Terluka

58 menit yang lalu 2
DPO Narkoba Tewas Ditembak Polisi Lampung, Tiga Anggota Terluka Ilustrasi.(Magnific)

SEORANG pria berinisial PHP, 30, nan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus narkotika, tewas setelah terlibat baku tembak dengan pihak kepolisian di Lampung Utara. Insiden tersebut juga menyebabkan tiga personil kepolisian mengalami luka-luka.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut terjadi di Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 02.45 WIB.

"Benar, terjadi penindakan terhadap pelaku penyalahgunaan senjata api di wilayah Lampung Utara. Dalam proses penindakan tersebut terjadi perlawanan menggunakan senjata api sehingga personil melakukan tindakan tegas dan terukur," ujar Yuni saat dihubungi dari Bandarlampung.

Kronologi Kejadian

Pengungkapan kasus ini bermulai dari laporan masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan senjata api. Menindaklanjuti info tersebut, petugas melakukan penyisiran di area Muara Jaya dan menemukan kegiatan intermezo musik.

Saat petugas hendak melakukan penangkapan, PHP melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan ke arah petugas. Aksi tersebut memicu baku tembak nan mengakibatkan pelaku tewas di letak kejadian.

Di sisi lain, tiga polisi menjadi korban dalam kontak senjata tersebut. Ketiganya adalah:

  • AA: Mengalami luka tembak pada kaki kanan.
  • AAC: Mengalami luka lecet pada pelipis.
  • BA: Mengalami luka tembak pada bagian perut.

Para korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Handayani Kotabumi. Namun, lantaran kondisi luka nan cukup serius, personil berinisial BA dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Bandarlampung, untuk penanganan medis lebih lanjut.

Barang Bukti dan Pengembangan Kasus

Dari letak kejadian, polisi sukses mengamankan sejumlah peralatan bukti, di antaranya satu senjata api rakitan jenis revolver berwarna krom dengan gagang cokelat. Selain itu, petugas menyita dua butir amunisi kaliber 9 milimeter dan tiga selongsong peluru.

Yuni Iswandari menjelaskan bahwa PHP merupakan DPO dari Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Utara. Selain kasus narkotika, polisi menduga kuat bahwa PHP terlibat dalam jaringan peredaran senjata api terlarangan di wilayah tersebut.

"Saat ini interogator tetap mendalami keterkaitan PHP dengan jaringan lain. Kami bakal mendalami asal-usul senjata api tersebut, termasuk kemungkinan ada jaringan lain nan terlibat," pungkasnya. (Ant/I-2)

Selengkapnya