Investasi Tahap Awal PLTS 100 GWp Capai Rp135 Triliun

48 menit yang lalu 4
Investasi Tahap Awal PLTS 100 GWp Capai Rp135 Triliun Pemerintah butuh Rp135 triliun untuk 14 proyek PLTS tahap awal (5,3 GWp).(Dok. YouTube Sekretariat Presiden)

PEMERINTAH memerlukan investasi sekitar Rp135 triliun (setara 7,7 miliar dolar AS) untuk membangun 14 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapabilitas total 5,3 gigawatt-peak (GWp). Proyek ini merupakan tahap awal dari program ambisius pengembangan PLTS 100 GWp di Indonesia.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan rencana tersebut saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau PLTS Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8). Dalam peninjauan tersebut, Presiden turut didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Dirut PLN Darmawan Prasodjo, dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Program PLTS 100 GWp dirancang dengan memanfaatkan lahan darat, waduk, serta genting gedung rumah dan industri. Skenario pengembangan ini difokuskan untuk mengurangi hingga mengeliminasi penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di beragam wilayah guna menekan emisi dan biaya operasional.

Pembangunan 14 proyek tahap awal ini diproyeksikan bisa menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp4,6 triliun per tahun. Selain efisiensi anggaran, program ini bermaksud memperluas akses listrik perdesaan, mendukung hilirisasi, serta menopang ekosistem kendaraan listrik dan kompor induksi.

"Beberapa proyek telah menunjukkan hasil nyata, seperti peresmian PLTS di Pulau Rengit dan Pulau Sembur nan sukses menggantikan diesel secara penuh," ujar Eniya. Di Pulau Sembur, daya surya apalagi telah digunakan untuk akomodasi cold storage guna mendukung aktivitas ekonomi nelayan setempat.

Secara keseluruhan, total investasi nan dibutuhkan untuk mencapai sasaran 100 GWp diperkirakan mencapai 73 miliar dolar AS alias sekitar Rp1.140 triliun. Meski memerlukan biaya besar, program ini berpotensi menciptakan efisiensi subsidi listrik sebesar Rp73,9 triliun per tahun.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam waktu tiga tahun. Namun, Presiden berambisi pengerjaan proyek strategis nasional ini dapat dipercepat menjadi dua tahun untuk mengakselerasi transisi daya nasional. (Ant/Z-10)

Selengkapnya