ilustrasi ledakan kapal gas AS di Pelabuhan Mesir.(Freepik)
DUA kapal tanker gas di Pelabuhan Damietta, Mesir, terbakar setelah salah satunya diduga dihantam drone pada Rabu (29/7). Insiden nan melibatkan kapal penyimpanan gas milik Amerika Serikat itu memicu kekhawatiran bakal meluasnya bentrok di Timur Tengah.
Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, mengonfirmasi bahwa sebuah kapal tanker penyimpanan gas milik Amerika Serikat mengalami kejadian di Pelabuhan Damietta, Mesir, pada Rabu (29/7).
Sementara perusahaan jasa pelabuhan Inchcape juga melaporkan bahwa dua kapal tanker gas terbakar di pelabuhan tersebut. Berdasarkan keterangan sumber nan mengetahui kejadian itu, drone diduga menghantam kapal tanker penyimpanan gas Energos Winter, sehingga memicu kebakaran. Kobaran api kemudian merambat ke kapal tanker lain, Gaslog Salem, nan berada di dekat lokasi.
Kelompok manajemen akibat maritim Inggris, Vanguard, menyebut Energos Winter terkena proyektil nan belum teridentifikasi di sisi kanan lambung kapal. Serangan tersebut memicu kebakaran, namun api dilaporkan sukses dipadamkan sebelum menyebabkan kerusakan nan lebih besar.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Mesir membenarkan telah terjadi kebakaran di Pelabuhan Damietta. Namun, otoritas Mesir belum memberikan keterangan mengenai dugaan serangan drone maupun penyebab pasti kejadian tersebut.
Hingga sekarang belum ada pihak nan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Peristiwa ini terjadi di tengah kembali memanasnya bentrok antara Amerika Serikat dan Iran nan meningkatkan ketegangan di kawasan.
Dalam beberapa waktu terakhir, Amerika Serikat berbareng Arab Saudi juga melancarkan operasi militer nan menargetkan golongan milisi pro-Iran di Irak. Di saat nan sama, ketegangan antara Arab Saudi dan golongan Houthi di Yaman juga kembali meningkat, menambah kekhawatiran terhadap meluasnya bentrok di Timur Tengah. (CNN/Fer/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·