Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur.(ANTARAFOTO/Umarul Faruq)
DUTA Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia Redouane Houssaini menyampaikan belasungkawa atas tragedi kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8).
"Saya juga mau menyampaikan rasa duka cita saya mendalam atas kecelakaan tragis nan terjadi di Madura," kata Redouane Houssaini saat berjumpa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Senin.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas kepemimpinan dalam penanganan musibah tersebut.
"Saya juga mau menyampaikan apresiasi saya nan mendalam kepada kepemimpinan Ibu Gubernur, dan beliau juga adalah mantan Menteri Sosial," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi atas kunjungan Dubes Maroko sekaligus mengucapkan terima kasih atas perhatian dan ungkapan belasungkawa Pemerintah Maroko terhadap musibah tenggelamnya KMP Mutiara Sentosa II.
Ia menyampaikan proses pemindahan tetap terus dilakukan. Hingga sekarang lima korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, salah satunya merupakan penduduk Tulungagung.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan rasa prihatin dan duka nan mendalam atas musibah ini. Doa kami menyertai seluruh penumpang, awak kapal, serta family nan tengah menanti berita orang-orang tercinta. Semoga seluruh proses pemindahan diberikan kelancaran dan keselamatan," ujar Khofifah.
KMP Mutiara Sentosa II merupakan kapal jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) nan melayani rute reguler Surabaya-Makassar.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat kapal berlayar di perairan utara Sumenep.
Khofifah menginstruksikan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur berkoordinasi intensif dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), serta operator kapal guna memastikan proses pemindahan dan penanganan korban melangkah optimal.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan support jasa kesehatan, support kemanusiaan, dan pendampingan bagi korban serta keluarga.
"Keselamatan jiwa adalah prioritas utama," ujar Khofifah. (Ant/Z-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·