ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah terus berupaya mempermudah penyaluran pupuk bersubsidi demi mendorong program swasembada pangan. Salah satunya lewat Perpres No.6/2025 tentang tata Kelola pupuk bersubsidi dan meningkatkan akses petani terhadap pupuk.
PT Pupuk Indonesia sebagai kepanjangan tangan pemerintah pun telah bertranformasi dan berkomitmen memastikan petani memperoleh pupuk dengan tepat jumlah, tepat dosis, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, tepat harga, dan tepat sasaran (7T).
Direktur Supply Chain Pupuk Indonesia, Robby Setiabudi Madjid mengatakan, Prinsip 7T ini sangat krusial lantaran pemupukan nan tepat dan berimbang berkontribusi lebih dari 60% produktivitas pertanian.
"Sehingga melalui Perpres 6/2025 dan Perpres 113/2025 bertanggung jawab menyalurkan pupuk subsidi sampai kepada titik serah I lebih dari 26 ribu titik di seluruh Indonesia," jelas dia dalam Economic Update, CNBC Indonesia (Selasa, 30/06/2026).
Menurutnya dampaknya sangat terasa bagi petani, apalagi sejak 1 Januari 2026 pupuk sudah tersebar dan bisa ditebus petani. Selain itu, soal kesiapan saat ini pupuk tidak tertumpuk di pabrik namun tersebar di seluruh gerai di Indonesia.
"Kebijakan sangat berpihak pada petani dan nelayan, lantaran sekarang sektor perikanan juga mendapatkan pupuk bersubsidi,"rinci dia.
Untuk diketahui, transformasi pupuk ini mempercepat penyaluran pupuk nan tersedia di 26 ribu gerai dengan serap pupuk naik 13% (yoy) di 2025 nan berkapak pada kenaikan produksi jagung dan padi sebesar pada kisaran 11%-13%. Per 28 Juni 2026, penyaluran pupuk sudah mencapai 30% dibandingkan tahun lalu.
"Memang untuk mencapai swasembada padi dan beras, banyak pihak nan memberikan sumbangsih, kami hanya salah satu diantaranya. Namun pupuk krusial lantaran dia merupakan aspek input produksi dengan kontribusi 62% dari produksi pertanian. Kebijakan sangat tepat, kami hanya kudu amanah nilai Indonesia bisa jadi lumbung pangan dalam waktu nan tidak terlalu lama," pungkas dia.
Sebagai info 4,8 juta ton Pupuk Indonesia sudah diserap petani. Namun ke depan tetap ada nan kudu diantisipasi, ialah aspek cuaca apalagi di beberapa negara akibat El Nino sudah terasa. Adapun ke depan, Pupuk Indonesia dan stakeholder pertanian diharapkan bisa menangani El Nino agar sasaran serapan pupuk bisa tercapai.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·