ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menargetkan proses ratifikasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) rampung tahun ini.
Jika perjanjian jual beli tersebut sudah rampung pada 2026, Airlangga mengatakan kebijakan kerja sama ekonomi komprehensif dengan Eropa bisa langsung direalisasikan pada 2027.
"Kita punya CEPA dengan IEU Itu harapannya bisa diratifikasi di tahun ini, sehingga di awal tahun depan ini bisa diberlakukan," ujarnya dalam program Economic Update 2026 CNBC Indonesia, dikutip Selasa (30/6/2026).
Adanya kerja sama ekonomi dengan Uni Eropa itu menurut Airlangga dapat membikin produk Indonesia masuk secara bebas ke Eropa, namalain tanpa halangan tarif bea masuk.
"Nah ini berfaedah 90% dari produk Indonesia bea masuknya menjadi nol dari nan sekarang rata-rata 10-20%," uap Airlangga.
Untuk mempercepat proses ratifikasi, Airlangga mengatakan perwakilan Uni Eropa juga teragendakan datang ke Indonesia pada kuartal III-2026.
"Jadi kami berambisi dari Eropa bisa datang ke Indonesia, ini sedang dalam perencanaan di akhir kuartal ketiga ini," ucap Airlangga.
Sebelumnya, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste optimistis Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement alias IEU-CEPA dapat segera memasuki tahap ratifikasi dan mulai bertindak pada 2027.
Menurut Beste, support terhadap perjanjian jual beli nan telah dinegosiasikan selama bertahun-tahun itu cukup kuat, baik di Eropa maupun Indonesia. Karena itu, dia tidak memandang adanya halangan besar nan dapat mengganggu proses ratifikasi.
"Saya cukup optimistis bahwa proses ratifikasi bisa melangkah tahun ini. Tentu itu berjuntai pada parlemen di kedua pihak, ialah Parlemen Eropa dan Parlemen Indonesia," kata Beste dalam konvensi pers di Kedutaan Besar Jerman, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Ia menambahkan, berbeda dengan sejumlah perjanjian perdagangan lain nan sempat memicu perdebatan di Eropa, IEU-CEPA justru mendapat support luas dari beragam golongan politik di Uni Eropa.
"Ada kebanyakan nan luas di Eropa nan mendukung perjanjian perdagangan bilateral dengan Indonesia. Ini bukan perjanjian nan kontroversial. Saya juga memandang banyak support dari pihak Indonesia, sehingga tidak ada nan membikin saya khawatir," ujarnya.
Beste mengatakan, andaikan proses ratifikasi melangkah sesuai rencana, IEU-CEPA dapat mulai bertindak pada 2027. Kehadiran perjanjian tersebut diyakini bakal menjadi penggerak baru bagi peningkatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa, termasuk Jerman.
IEU-CEPA saat ini merupakan instrumen krusial dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa. Oleh lantaran itu, penyelesaian proses ratifikasi menjadi prioritas agar faedah perjanjian dapat segera dirasakan oleh pelaku upaya di kedua belah pihak. Salah satu faedah utama nan bakal diperoleh dari penerapan IEU-CEPA ialah penghapusan tarif perdagangan pada sekitar 98 persen pos tarif.
Bagi Indonesia, kesepakatan tersebut bakal membuka akses pasar nan lebih luas ke Uni Eropa melalui akomodasi tarif nol persen untuk sebagian besar produk ekspor nasional, sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar Eropa dan mendukung pertumbuhan ekspor nasional.
(arj/arj)
Addsource on Google

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·