Ekonom Soroti Kredit UMKM Lesu di Tengah Pertumbuhan Ekonomi 5,29%

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengamat ahli ekonomi menyoroti angsuran untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tetap rendah di tengah pertumbuhan ekonomi nan cukup baik pada kuartal kedua 2026.

Ekonom Senior Prasasti Center Piter Abdullah mengatakan pertumbuhan angsuran sektor UMKM tetap rendah. Padahal, UMKM menjadi salah satu penopang perekonomian Indonesia.

"Pertumbuhan angsuran kita untuk UMKM itu sangat rendah, sementara di perekonomian kita, ini kan jumlah UMKM itu kan sangat besar, belum bicara soal tenaga kerjanya," kata Piter dalam wawancara unik CNBC Indonesia, dikutip Kamis (6/8/2026).

Pihaknya menjelaskan, pada sektor UMKM, biasanya dapat menyerap tenaga kerja hingga 80%-90%, sehingga potensinya belum efektif untuk menopang ekonomi nasional.

"Serapan tenaga kerja dari UMKM itu nyaris ada di kisaran 80%, apalagi mungkin 90%. Jadi ini saya kira tugas nan tetap kudu kita selesaikan," terangnya.

Piter menambahkan UMKM menjadi sangat krusial lantaran menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia. Apalagi saat ini, tenaga kerja di Indonesia mulai banyak diisi di sektor informal.

"Saya kira lantaran UMKM itu adalah gambaran kita nan sesungguhnya. Perekonomian kita ini sangat besar ditopang oleh UMKM. Terutama dari sisi serapan tenaga kerja tadi," ujarnya.

Dengan kondisi ini, menurutnya, kondisi perekonomian juga perlu dilihat dari sebarannya, termasuk UMKM.

"Artinya kondisi perekonomian harusnya kita lihat bukan hanya semata dari nomor pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kudu dilihat dari sebarannya," ungkapnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya