Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi Pulau Maluku dan Papua pada kuartal II-2026 hanya mencapai sebesar 1,36%. Angka ini turun dari kuartal II-2025 nan mencapai 3,26%.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud mengungkapkan BPS sumber pertumbuhan utama Pulau Maluku dan Papua berasal dari industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. Jika dikaji lebih dalam pertumbuhan di regional ini disumbang dominan dari Maluku Utara.
"Pertumbuhan ekonomi tertinggi di sumbang oleh Pulau Maluku Utara sebesar 2,98%," ungkap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud dalam konvensi pers di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Adapun, Papua hanya tumbuh 0,55% dan Maluku sebesar 0,65%. Sementara itu, Papua Barat mencapai 0,49% pada kuartal II-2026. Edy menjelaskan penurunan pertumbuhan regional ini dipengaruhi oleh Freeport di Papua Tengah. Seperti diketahui, tambang Freeport tetap dalam tahap perbaikan akibat musibah musibah tahun lalu.
"Ini mengalami kontraksi pertumbuhan lantaran keahlian tambang ada masalah akibat longsor dan aliran lumpur di Papua Tengah di Grasberg Block dan sekarang tetap perbaikan. Ada musibah tahun lampau dan sekarang belum pulih kembali," papar Edy.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

53 menit yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·