El Nino, Petani di Pidie Aceh makin Tertarik Menanam Bawang Merah

48 menit yang lalu 3
El Nino, Petani di Pidie Aceh makin Tertarik Menanam Bawang Merah Imum Mukim Gigieng berbareng Kasubbag Program dan Keuangan Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie, Aceh.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

FENOMENA El Nino telah menghantui beragam area di Tanah Air. Pasalnya, suhu cuaca sangat panas dan krisis curah hujan luar biasa menjadi ancaman terhadap lahan pertanian. 

Namun, di sebagian Provinsi Aceh, kejadian El Nino disikapi dengan bijak serta cukup berkawan oleh sebagian penduduk petani. Meskipun krisis sumber air dan apalagi langka, tetapi semangat petani tidak pernah kendur. 

Di Kabupaten Pidie, misalnya menyikapi kejadian El Nino dan tandus panjang penduduk ramai-ramai beranjak dari tanaman padi ke bawang merah. Menanam tanaman bawang merah itu makin diminati oleh penduduk sekitar. 

Antara lain di Kecamatan Simpang Tiga, lahan bawang merah nan pada tahun sebelumnya seluas sekitar 50 hektare (ha) sekarang bertambah menjadi sekitar 200 ha. Sebab, menanam bawang merah di musim kemarau mempunyai hasil produksi panen nan semakin menjanjikan. 

Apalagi di tengah musim El Nino seperti sekarang. Dibandingkan dengan padi nan memerlukan banyak air, untuk tanaman bawang merah lebih tahan kering alias cukup dengan langkah disiram satu alias dua kali setiap hari. 

"Selain nilai sangat menjanjikan, bawang merah juga lebih tahan kekeringan. Lalu hasil produksi panen bawang merah di sini berkisar satu banding 17 hingga 25. Satu kilogram bibit bawang merah nan sudah ditanam bisa menghasilkan 17 hingga 25 kali lipat," kata Muhammad bin Abubakar, Imum Mukim (tokoh budaya beberapa desa) Gigieng, Kecamatan Simpang Tiga, Pidie. 

Kasubbag Program dan Keuangan Kecamatan Simpang Tiga, Mustamar Arifina kepada Media Indonesia, Rabu (29/7) mengatakan, luas lahan bawang merah nan mencapai 200 ha itu tersebar di 52 desa. Lalu terbagi dalam empat mukim (wilayah adat) di Simpang Tiga. 

"Semakin doyan penduduk menanam bawang merah, selain nilai tinggi, usia panennya pun lebih cepat," tutur Mustamar. (MR/E-4)

Selengkapnya