Emirat Arab Tuding Iran Tembakkan Rudal Balistik ke Jalur Pelayaran Teluk, Tehran Bantah Keras

1 jam yang lalu 1
Emirat Arab Tuding Iran Tembakkan Rudal Balistik ke Jalur Pelayaran Teluk, Tehran Bantah Keras Ilustrasi(Media Sosial X)

KETEGANGAN di area Teluk kembali memuncak setelah Emirat Arab (EA) menuduh Iran meluncurkan dua rudal balistik ke arah wilayahnya nan menyasar jalur pelayaran maritim. Menyusul kejadian tersebut, pemerintah EA mengumumkan penangguhan seluruh transaksi perdagangan dan finansial dengan Iran pada Selasa malam. Namun, pihak Tehran membantah tegas tuduhan tersebut.

Kementerian mengenai di EA menyampaikan sistem pertahanan udara mereka sukses mendeteksi pergerakan kedua rudal balistik tersebut sebelum akhirnya jatuh ke laut.

"Pertahanan udara EA mendeteksi dua rudal balistik nan diluncurkan dari Iran menuju negara ini, dengan rudal pertama jatuh di luar perairan teritorial negara tersebut, sedangkan rudal kedua jatuh di dalam perairan teritorial," tulis kementerian dalam sebuah pernyataan di media sosial.

Dalam pernyataan lanjutan, pihak EA menegaskan sasaran utama dari peluncuran proyektil tersebut.

"Penilaian nan dilakukan menunjukkan dua rudal balistik nan terdeteksi datang dari Iran menyasar navigasi maritim dan jatuh ke laut."

Tudingan tersebut langsung direspons pihak Iran. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, "menolak mentah-mentah klaim Emirat Arab bahwa Iran telah meluncurkan rudal ke negara tersebut". Baqaei menambahkan tuduhan semacam itu dapat merusak kepercayaan regional dan merintangi upaya keamanan kawasan.

Meski demikian, Iran memberikan peringatan bahwa Selat Hormuz, jalur vital nan kudu dilalui kapal-kapal dari pelabuhan EA untuk keluar dari Teluk, bakal tetap ditutup sampai tercapai kesepakatan tenteram dengan Amerika Serikat.

Peringatan Darurat dan Eskalasi Kawasan

Sebelum pernyataan resmi dikeluarkan kementerian, penduduk di EA sempat dikejutkan oleh peringatan darurat singkat melalui telepon seluler mengenai potensi ancaman rudal.

"Karena situasi saat ini, potensi ancaman rudal, segera cari tempat nan kondusif di gedung terdekat nan aman," bunyi peringatan darurat dari Kementerian Dalam Negeri EA nan kemudian dicabut tak lama setelahnya.

Peringatan ini merupakan nan pertama sejak sirine tiruan pada Juni dan peringatan serangan pada Juli nan akhirnya tidak memasuki wilayah EA. Sebelumnya, peringatan ancaman rudal terakhir terjadi pada awal Mei.

Eskalasi keamanan di jalur laut ini turut berakibat pada sektor ekonomi vital. Kapal-kapal tanker milik perusahaan minyak negara, ADNOC, dilaporkan telah berulang kali menjadi sasaran serangan dalam beberapa pekan terakhir. Sebagai respons atas dinamika keamanan nan kian memburuk pada Selasa malam, EA mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara seluruh urusan perdagangan dan finansial dengan Iran hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Sejak perang Timur Tengah pecah pada 28 Februari, EA menjadi wilayah nan menanggung beban paling berat dari serangan Iran, dengan nyaris 3.000 rudal dan drone diarahkan ke negara tersebut. Meskipun sempat ada nota kesepahaman (MoU) pada Juni lampau nan meminimalisasi serangan ke EA, kesepakatan tersebut sekarang telah runtuh. (AFP/Z-2)

Selengkapnya