ARTICLE AD BOX
Jajaran kepolisian melakukan reka ulang di letak kecelakaan di pantura tepatnya di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Indramayu.(Dok Istimewa)
SEBANYAK 6 penumpang mobil pick up nan menjadi korban kecelakaan di pantura Indramayu hingga sekarang masiih menjalani perawatan di rumah sakit.
Berdasarkan info nan sukses dihimpun, keenam orang tersebut masing-masing Olivia,4, Bayu Kelana, 8 , Wandi, 29, Saba ,11, Jesika, 2, , dan Salma Yanti ,4. Keenamnya tetap menjalani perawatan di RS Mitra Plumbon Widasari, Indramayu. Seluruh korban luka luka merupakan penduduk blok Cemeti Kulon Desa Cempeh Kecamatan Lelea Kabupaten Indramayu.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Barat AKBP Jimmy Manurung didampingi Kasatlantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat beserta jejeran meninjau langsung seluruh korban nan tetap dirawat intensif di RS Mitra Plumbon Widasari.
Kehadiran tim dari Gakkum Ditlantas Polda Jawa Barat ini untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan kesehatan dan sekaligus mengumpulkan info dan info mengenai kecelakaan nan menelan 12 orang meninggal dunia. “Luka nan dialami korban diakibatkan tumbukan sehingga mengakibatkan luka dibagian wajah , kepala dan bag?an organ dalam serta patah tulang,” tutur Jimmy.
Sementara, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, juga melakukan takziah ke rumah korban kecelakaan dan memberikan support kepada dua belas mahir warisnya, Senin (13/7) malam. Lucky juga mendatangi satu persatu rumah korban dan menyampaikan duka cita langsung kepada pihak keluarga.
“Saya mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kecelakaan nan terjadi di Pantura Indramayu sampai mengakibatkan korban meninggal dunia,” ungkap Lucky.
Diungkapkan Lucky, kepergian 12 orang nan meninggal bumi akibat kejadian kecelakaan bukan hanya menyisakan trauma bagi pihak keluarga, melainkan juga menjadi duka besar bagi seluruh penduduk Indramayu. Untuk itu Lucky meminta kecelakaan tersebut harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati lagi saat berkendara di jalan raya.
“Kejadian ini juga kudu menjadi pertimbangan besar bagi semua pihak, baik pemerintah maupun pihak kepolisian, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa depan,” tutur Lucky.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan lampau lintas terjadi pada Minggu (12/7) di putaran arah di Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu di siang hari. Kecelakaan tersebut melibatkan tiga kendaraan, ialah mobil pikap nan mengangkut belasan orang rombongan pengantin, truk truk wing box, dan truk los bak.
Kecelakaan terjadi saat mobil pikap dengan nompr polisi E 8559 RB melaju dari arah Indramayu menuju Cirebon. Tiba-tiba mobil tersebut berakhir di lajur kanan untuk berputar arah. Disaat nan berbarengan dari arah belakang melaju sebuah truk box. Tabrakan pun tak bisa dihindarkan.
Benturan antarmobil nan keras membikin mobil pikap terdorong ke depan hingga masuk ke jalur nan berlawanan arah. Tragisnya pada saat nan berbarengan sebuah mobil melaju dari arah sebaliknya hingga akhirnya mobil pick up tersebut kembali tertabrak oleh kendaraan truk los bak nan tengah melaju di jalur tersebut. Sebanyak 12 orang meninggal bumi akibat kecelakaan tersebut. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·