Era Digital Ubah Layanan Asuransi, Klaim Santunan Jiwa Kini Lebih Transparan

1 jam yang lalu 3
Era Digital Ubah Layanan Asuransi, Klaim Santunan Jiwa Kini Lebih Transparan Ilustrasi(Dok Istimewa)

TRANSFORMASI digital pada sektor finansial terus mendorong perubahan pada jasa asuransi di Indonesia. Salah satu nan mulai menjadi perhatian adalah digitalisasi proses klaim nan dinilai dapat memberikan kepastian lebih sigap bagi family ketika menghadapi akibat kehilangan personil keluarga.

Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa melalui produk SalingJaga Keluarga menghadirkan sistem klaim santunan jiwa secara digital dengan proses nan diklaim lebih ringkas dan transparan. Inovasi tersebut ditujukan untuk menjawab keluhan masyarakat mengenai proses klaim asuransi nan selama ini dinilai identik dengan birokrasi panjang.

Manfaat digitalisasi tersebut dirasakan family almarhumah dr Nesyana, seorang master nan tercatat sebagai personil aktif SalingJaga Keluarga selama dua tahun sebelum meninggal bumi akibat kanker nan dideritanya selama enam bulan terakhir.

Setelah almarhumah berpulang, proses pengajuan hingga penyaluran santunan dapat dilakukan tanpa membebani family dengan prosedur manajemen nan panjang.

Suami almarhumah sekaligus mahir waris, Asri Abidin, mengatakan proses klaim itu memberikan ketenangan bagi family di tengah masa berduka. “Jujur kami berterima kasih proses di SalingJaga betul-betul manusiawi, transparan, dan full online, lantaran pernah punya pengalaman menghadapi proses klaim nan makan waktu berbulan-bulan sampai menguras tabungan,” ujar Asri, Selasa (11/8/2026).

Menurut dia, pencairan santunan juga memberikan kepastian bagi keberlanjutan pendidikan dan kebutuhan anak-anak nan ditinggalkan. “Dengan cairnya santunan SalingJaga tanpa kendala, saya jadi punya kepastian untuk terus menyambung pendidikan dan kebutuhan anak-anak. Kebaikan dan ikhtiar almarhumah istri betul-betul terasa dampaknya sampai hari ini,” katanya.

Sebagai asuransi jiwa syariah nan mengedepankan prinsip transparansi dan tolong-menolong, SalingJaga memanfaatkan teknologi digital untuk memangkas sejumlah tahapan manajemen konvensional. Seluruh proses mulai dari pendaftaran anggota, pembayaran kontribusi Dana Tabarru’ alias biaya tolong-menolong, hingga pengunggahan arsip klaim dapat dilakukan melalui ponsel.

Transparansi pengelolaan biaya tersebut juga dapat dipantau melalui laman Dampak nan tersedia di aplikasi maupun situs resmi SalingJaga. Direktur Utama SalingJaga Eriawan Indra mengatakan kemudahan dan efisiensi klaim menjadi bagian krusial dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap asuransi syariah.

“Prinsip kami sederhana, saat musibah alias duka terjadi, kami kudu datang merangkul, bukan membebani. Karena itu, kami merancang sistem klaim santunan SalingJaga nan sepenuhnya digital, cepat, dan transparan. Tugas kami adalah memastikan biaya tolong-menolong dari sesama personil ini bisa langsung diterima mahir waris tanpa halangan birokrasi,” tegas Eriawan.

Digitalisasi tersebut menunjukkan perubahan kebutuhan masyarakat terhadap jasa asuransi. Selain perlindungan finansial, masyarakat semakin memerlukan proses mudah, transparan, dan responsif ketika faedah asuransi kudu digunakan.

Ia menambahkan lewat ekosistem digital terintegrasi dengan prinsip syariah, PT Asuransi Jiwa Syariah Kitabisa melalui SalingJaga Keluarga berkomitmen mengembangkan perlindungan jiwa nan tak hanya menekankan aspek finansial, tapi juga kemudahan dan empati bagi family Indonesia. (H-2)

Selengkapnya