Erick Thohir Dukung Rencana FIFA Jual Hak Komersialisasi Piala Dunia

1 jam yang lalu 2
Erick Thohir Dukung Rencana FIFA Jual Hak Komersialisasi Piala Dunia Presiden FIFA Gianni Infantino (kanan) berbareng Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir (tengah) menyaksikan laga final Piala Dunia U-17 2023 antara Jerman melawan Prancis di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah( ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa.)

MENTERI Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan dukungannya terhadap rencana FIFA menjual sebagian kewenangan komersialisasi Piala Dunia dilandasi kontribusi besar organisasi tersebut terhadap perkembangan sepak bola Indonesia, terutama setelah tragedi Kanjuruhan.

Erick mengatakan kemajuan sepak bola nasional tidak terlepas dari kerjasama masyarakat, pemerintah, dan FIFA. Menurutnya, Indonesia perlu berterima kasih kepada FIFA lantaran telah membantu menjaga keberlangsungan sepak bola nasional pada masa sulit.

"Sepak bola kita hari itu bisa meraih banyak prestasi seperti sekarang lantaran masyarakat, pemerintah, dan FIFA datang bersama-sama. Kita kudu berterima kasih, terutama kepada FIFA," kata Erick kepada pewarta, di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta pada Jumat (31/7).

Ia mengingatkan, seusai tragedi Kanjuruhan, Indonesia berpotensi menghadapi hukuman berat andaikan tidak terjalin kesepahaman dengan FIFA. Menurutnya, support pemerintah, masyarakat, dan komunikasi dengan FIFA menjadi aspek krusial sehingga sepak bola Indonesia dapat terus berjalan.

"Kalau tidak ada kesepakatan saat itu, hari itu kita mungkin tidak mempunyai tim nasional maupun kejuaraan sepak bola seperti sekarang," ujarnya.

Erick juga menyoroti kesungguhan FIFA dalam membantu pengembangan sepak bola Indonesia. Salah satunya melalui pembukaan instansi FIFA di Indonesia dan investasi untuk beragam program pengembangan sepak bola setiap tahun.

"Terbukti sekarang sudah ada instansi FIFA di Indonesia. FIFA juga berinvestasi melalui sekitar 13 hingga 15 aktivitas setiap tahun dengan biaya sekitar 1 sampai 2 juta dolar AS nan langsung mereka salurkan," ucap Erick.

Sebelumnya, Presiden FIFA Gianni Infantino berencana membentuk anak perusahaan berjulukan FIFA Forward Enterprise (FFE) untuk mengelola kewenangan siar, sponsor, tiket, dan lisensi beragam kejuaraan FIFA, termasuk Piala Dunia.

Melalui perusahaan tersebut, FIFA bakal menjual sebagian saham kepada penanammodal swasta untuk menghimpun pendanaan baru. Nilai FFE diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS alias sekitar Rp360 triliun.

Dari skema itu, sebanyak 211 asosiasi personil FIFA dijanjikan pendanaan sekitar 20 juta dolar AS alias sekitar Rp360 miliar untuk pengembangan sepak bola di masing-masing negara andaikan proposal tersebut disetujui.

Rencana itu memicu pro dan kontra di kalangan personil FIFA. Sejumlah pihak, termasuk UEFA, mengkritik langkah tersebut lantaran dinilai berpotensi mengurangi independensi FIFA dan membuka ruang pengaruh penanammodal terhadap sepak bola dunia.

Namun, Erick menilai skema itu dapat membantu negara berkembang, termasuk Indonesia, memperoleh tambahan pendanaan untuk mempercepat pembangunan sepak bola nasional.

"Sepak bola Indonesia telah mengalami transformasi dalam tiga tahun terakhir. Sepak bola kita sudah dibersihkan. Peringkat tim nasional naik dari posisi 174 ke 118. Untuk melanjutkan transformasi itu, kami memerlukan pendanaan," kata Erick seperti dikutip Sky News.

Ia juga menegaskan komersialisasi bukan perihal baru dalam bumi sepak bola lantaran telah diterapkan sejumlah asosiasi personil FIFA dalam pengelolaan kejuaraan domestik.

"Jika personil FIFA menyetujuinya, itu menunjukkan memang ada kebutuhan agar kesepakatan itu terlaksana," ujar Erick.

Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) belum menyatakan support maupun penolakan terhadap pembentukan FFE. AFC meminta FIFA memberikan waktu nan cukup untuk melakukan kajian menyeluruh, termasuk aspek hukum, tata kelola, konsultasi, dan akibat jangka panjang sebelum keputusan diambil. (H-4)

Selengkapnya