Fakta-Kronologi Siswa Lakukan Penembakan Massal di Sekolah

16 jam yang lalu 4
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah kejadian seram penembakan mematikan baru saja mengguncang sebuah kompleks pendidikan swasta di kota pelabuhan selatan Zamboanga, Filipina. Pelaku nan merupakan seorang siswa secara sadis menembak meninggal rekannya sebelum akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

Mengutip Deutsche Welle, Selasa (18/08/2026), peristiwa berdarah ini mengakibatkan dua orang siswa tewas, termasuk sang penembak, dan setidaknya dua orang lainnya mengalami luka-luka. Ratusan siswa langsung dievakuasi setelah bunyi tembakan terdengar menggema di gedung sekolah nan terletak di area terpisah dari kampus utama Ateneo de Zamboanga University, sekitar 800 kilometer di selatan ibu kota Manila.

Berikut deretan kronologi dan kebenaran kejadian tersebut:

Pelaku Bawa Pistol dan Senapan

Kepolisian regional menyatakan bahwa pelaku merupakan seorang siswa nan usianya dipastikan sekitar 20-an tahun. Pelaku secara mengejutkan bisa menembus penjagaan dan membawa senapan serta pistol ke area pendidikan tersebut untuk membuka tembakan di ruang kelas. Juru bicara kepolisian menyoroti kelalaian sistem keamanan ini.

"Salah satu konsentrasi investigasi kami adalah memandang gimana tersangka membawa senjata api ke dalam sekolah," ungkapnya.

"Investigasi sedang berlangsung... Kami tetap mencoba mengidentifikasi motifnya," paparnya.

Kelas Ditangguhkan dan Imbauan Polisi

Beberapa jam setelah penembakan berlangsung, polisi memastikan bahwa situasi telah sukses dikendalikan sepenuhnya. Pihak berkuasa meminta para orang tua dan wali siswa untuk tetap tenang dan mengikuti saran pemindahan nan dikeluarkan oleh sekolah untuk menjemput anak-anak mereka, sementara aktivitas belajar mengajar di universitas langsung ditangguhkan secara total.

Kepala Kepolisian Jose Melencio Nartatez meminta masyarakat untuk menjaga kondusivitas. Jose berambisi agar publik tidak memicu kepanikan tambahan di ruang digital.

"Menahan diri dari membagikan laporan, foto, alias video nan belum dikonfirmasi nan dapat menyebabkan kekhawatiran nan tidak perlu," tuturnya.

"Memberikan info terverifikasi sebagaimana mestinya," tegasnya.

Pasar Gelap Senjata dan Latihan Keamanan

Insiden penembakan di sekolah sebenarnya merupakan kejadian langka di Filipina lantaran kepemilikan senjata diatur dengan sangat ketat oleh negara. Namun, pasar gelap nan besar untuk persenjataan api nyatanya tetap beraksi secara bebas dan memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat.

Sebagai catatan, tiga siswa tewas dan 20 lainnya terluka dalam penembakan massal di kota timur Tacloban pada bulan Juni lalu. Bulan lalu, kampus Ateneo de Zamboanga apalagi menjadi salah satu dari sekian banyak lembaga pendidikan di seluruh negeri nan melakukan latihan tanggap penembak aktif. Menanggapi ironi tersebut, ahli bicara kepolisian kembali memberikan tanggapannya.

"Kita semua sadar bahwa langkah-langkah keamanan telah ditingkatkan di sekolah-sekolah," pungkasnya.

Detik-Detik Horor Lewat Live Streaming

Rangkaian kejadian mengerikan ini mulai terjadi pada hari Selasa sekitar pukul 07.50 waktu setempat. Pelaku dilaporkan menyiarkan langsung  aksi brutalnya menggunakan kamera tubuh (body camera) di platform Facebook, nan direkam layaknya style permainan video penembak perspektif pandang orang pertama (first-person shooter).

Dalam video nan beredar luas di beragam media lokal, laras senapan terlihat bergerak menyusuri lorong sekolah sebelum akhirnya diarahkan ke dalam ruang kelas dan ditembakkan. Wali Kota Zamboanga, Khymer Olaso, membeberkan rincian video tersebut kepada stasiun radio lokal. Khymer menjelaskan segmen demi segmen dari perspektif pandang kamera pelaku.

"Dalam video tersebut, kita memandang bahwa dia pertama kali menembak pembimbing nan sedang duduk di meja," katanya.

"Tampaknya dia meleset, lampau pindah ke ruangan lain [dan] menembak siswa lain di sana," ucapnya.

Selama siaran langsung nan mengerikan tersebut berlangsung, anak-anak lain nan mengenakan seragam sekolah dilaporkan terlihat berteriak panik dan bergegas mencari jalan keluar darurat. Akun FB milik terduga penembak tersebut sekarang telah dinonaktifkan secara permanen oleh pihak berkuasa guna mencegah penyebaran video lebih lanjut.

(tps/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya