Fantastis! Perputaran Duit Judol Nyaris Rp87 T di Semester I-2026

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan hasil kajian transaksi pertaruhan online selama Semester I-2026. Pada periode Januari-Juni 2026, nilai perputaran biaya gambling online mencapai Rp86,82 triliun dalam 467,32 juta transaksi.

Sementara itu, nilai deposit tercatat sebesar Rp22,05 triliun dalam 226,76 juta transaksi melalui rekening bank, dompet elektronik, dan QRIS.

"Dibandingkan Semester I 2025, nilai perputaran biaya gambling online pada Semester I 2026 turun sekitar 12,9 persen, dari Rp99,68 triliun menjadi Rp86,82 triliun," kata Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, Rabu (5/8/2026).

Namun, jumlah transaksi nan teridentifikasi meningkat sekitar 167,2%, dari 174,90 juta menjadi 467,32 juta transaksi. Pada sisi deposit, nominalnya meningkat sekitar 26%, dari Rp17,50 triliun menjadi Rp22,05 triliun, sedangkan gelombang deposit naik nyaris 140%, dari 94,50 juta menjadi 226,76 juta transaksi.

"Persentase tersebut merupakan hasil kalkulasi atas info PPATK Semester I 2025 dan Semester I 2026," ujar Ivan

Adapun, Ivan menuturkan peningkatan tajam pada gelombang transaksi tersebut tidak serta-merta hanya menunjukkan pertumbuhan aktivitas gambling online. Kenaikan ini juga mencerminkan keahlian penemuan transaksi finansial mencurigakan nan semakin optimal, disertai partisipasi aktif seluruh pihak pelapor.

"Penguatan parameter pemantauan dan pelaporan membikin transaksi bernominal kecil, berulang, dan tersebar nan sebelumnya lebih susah dikenali sekarang semakin dapat terdeteksi dan diidentifikasi," paparnya.

Dengan demikian, Ivan menjelaskan perkembangan info Semester I 2026 menunjukkan dua hal. Di satu sisi, sistem penemuan dan pelaporan transaksi finansial semakin kuat. Di sisi lain, jaringan gambling online juga terus beradaptasi dengan memecah transaksi ke dalam nominal nan relatif lebih mini dan gelombang nan lebih tinggi.

"Karena itu, peningkatan jumlah transaksi perlu dipahami sebagai kombinasi antara perubahan pola pelaku dan semakin baiknya keahlian sistem finansial dalam menangkap aktivitas mencurigakan," ujarnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya