Bola dan trofi Piala Dunia FIFA.(Anadolu Agency)
FEDERASI sepak bola Amerika Serikat (US Soccer) secara resmi menyatakan support penuh terhadap keputusan Concacaf untuk menolak proposal FIFA mengenai pembukaan kepemilikan upaya Piala Dunia kepada penanammodal swasta. Langkah ini memperkuat gelombang perlawanan dunia terhadap rencana Presiden FIFA Gianni Infantino nan mau membentuk entitas komersial baru berjulukan FIFA Forward Enterprise (FFE).
Melalui pernyataan di akun media sosial resminya, US Soccer menegaskan solidaritas mereka terhadap konfederasi nan menaungi wilayah Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia tersebut. "US Soccer berdiri berbareng Concacaf dan seluruh anggotanya," tulis federasi sepak bola AS.
Penolakan ini menjadi signifikan mengingat skema FFE dikabarkan mendapat support dari Thrive Capital, perusahaan investasi nan dipimpin oleh Joshua Kushner. Seluruh 41 federasi personil Concacaf, termasuk Amerika Serikat, telah mencapai kesepakatan bulat untuk menolak proposal tersebut dalam pertemuan para presiden federasi nan berjalan pada Kamis (31/7) waktu setempat.
Kritik Tajam atas Minimnya Transparansi
Dalam keterangan resminya, Concacaf menyoroti bahwa penolakan ini didasari oleh proses penyusunan proposal nan dinilai tidak transparan dan terkesan terburu-buru. Mereka mempertanyakan urgensi FIFA mencari pendanaan dari ekuitas swasta, terutama setelah Piala Dunia 2026 tercatat sebagai jenis paling menguntungkan dalam sejarah sepak bola.
"Para personil menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap tidak adanya proses nan semestinya dalam penyusunan proposal, tenggat waktu nan dibuat secara artifisial sangat singkat, serta tidak adanya peninjauan maupun persetujuan dari badan tata kelola FIFA nan berwenang," bunyi pernyataan resmi Concacaf.
Konfederasi tersebut juga menegaskan bahwa kebutuhan investasi eksternal untuk membiayai program FIFA Forward sangat dipertanyakan di tengah kondisi finansial FIFA nan sedang berada di puncak keuntungan.
Desakan Optimalisasi Dana Cadangan
Alih-alih mencari penanammodal luar, Concacaf mendesak FIFA untuk mengoptimalkan persediaan biaya internal nan mereka miliki. Mereka meminta adanya pertimbangan mendalam mengenai pemanfaatan biaya persediaan tersebut untuk mendukung pengembangan sepak bola di seluruh area secara lebih efektif.
"Kami bakal meminta FIFA menentukan gimana persediaan biaya FIFA nan sangat besar saat ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pengembangan sepak bola di seluruh kawasan," tegas Concacaf. Selain itu, mereka meminta Infantino memastikan setiap kebijakan strategis dijalankan sesuai dengan sistem organisasi dan Statuta FIFA.
Meskipun menolak keras, Concacaf saat ini belum mengambil langkah ekstrem seperti UEFA nan telah menakut-nakuti bakal memboikot seluruh turnamen FIFA jika proposal FFE tetap dijalankan. Namun, Concacaf menutup pernyataannya dengan pesan kuat bahwa masa depan sepak bola kudu tetap berada di bawah kendali organisasi sepak bola, bukan di tangan penanammodal komersial. (AFP/Dhk/I-1)
Catatan Konflik Global: FIFA menghadapi tekanan besar dari dua konfederasi besar. UEFA (Eropa) telah menyatakan boikot total, sementara Concacaf (Amerika Utara & Tengah) memilih jalur penolakan administratif sembari menuntut transparansi tata kelola nan lebih baik.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·