Ilustrasi(magnifik)
BULAN Agustus 2026 menjadi salah satu waktu terbaik bagi masyarakat untuk menikmati keelokan langit malam. Sepanjang bulan ini, beragam fenomena astronomi bakal berlangsung, mulai dari hujan meteor Perseid, kemunculan sejumlah planet terang, hingga eklips Bulan sebagian.
Rangkaian peristiwa tersebut membikin Agustus menjadi bulan nan spesial bagi pencinta astronomi maupun masyarakat nan mau menyaksikan fenomena langit secara langsung.
Menurut pedoman pengamatan langit terbaru dari NASA, sebagian besar kejadian tersebut dapat diamati dengan mata bugil selama cuaca cerah dan letak pengamatan jauh dari polusi cahaya.
Puncak Hujan Meteor Perseid
Hujan meteor Perseid menjadi kejadian utama nan bakal menghiasi langit pada Agustus 2026.
Puncaknya diperkirakan terjadi pada malam 12 Agustus hingga awal hari 13 Agustus, dengan potensi menampilkan hingga sekitar 100 meteor per jam dalam kondisi langit nan ideal.
Tahun ini, pengamatan diprediksi semakin maksimal lantaran bertepatan dengan fase Bulan Baru, sehingga langit lebih gelap dan meteor bakal tampak lebih jelas.
Menurut EarthSky, Perseid berasal dari sisa debu komet 109P/Swift-Tuttle nan terbakar saat memasuki atmosfer Bumi dan menghasilkan sinar "bintang jatuh".
Meski tampak berasal dari arah rasi Perseus, meteor dapat muncul di beragam bagian langit, sehingga kejadian ini lebih mudah dinikmati dengan mata bugil dibanding menggunakan teleskop.
Venus hingga Saturnus Jadi Bintang Langit Malam
Selain hujan meteor Perseid, Agustus juga menjadi waktu ideal untuk mengawasi sejumlah planet terang.
NASA menyebut Venus bakal tampil paling mencolok setelah Matahari terbenam lantaran mencapai posisi greatest eastern elongation pada pertengahan Agustus, sementara Saturnus semakin mudah diamati menjelang oposisi.
Mars tetap terlihat pada malam hari, sedangkan Jupiter dan Merkurius bakal muncul berdekatan rendah di ufuk barat, menambah daya tarik pengamatan langit sepanjang bulan.
Gerhana Bulan Tutup Rangkaian Fenomena Agustus
Fenomena astronomi pada Agustus bakal ditutup dengan eklips Bulan sebagian nan terjadi pada 27–28 Agustus 2026.
Dalam peristiwa ini, sebagian permukaan Bulan bakal tertutup gambaran Bumi sehingga tampak lebih gelap dibanding biasanya.
Meski bukan eklips total, kejadian ini tetap menjadi daya tarik tersendiri lantaran melengkapi rangkaian peristiwa langit nan berjalan nyaris sepanjang bulan.
Tips Menyaksikan Fenomena Langit
NASA dan EarthSky menyarankan pengamatan dilakukan dari letak nan minim polusi sinar serta memberi waktu sekitar 20–30 menit agar mata beradaptasi dengan kegelapan. Hujan meteor Perseid juga lebih baik disaksikan dengan mata bugil lantaran memberikan bagian pandang nan lebih luas.
Dengan hadirnya Perseid, parade planet terang, dan eklips Bulan sebagian, Agustus 2026 menjadi salah satu bulan terbaik untuk menikmati beragam kejadian astronomi langsung dari Bumi.
Sumber: NASA, Earth Sky








English (US) ·
Indonesian (ID) ·