ARTICLE AD BOX
Ilustrasi(Dok AFP)
WACANA penambahan jumlah peserta Piala Dunia putra menjadi 64 tim setelah jenis 2026 bakal masuk dalam agenda pembahasan serius FIFA.
Presiden FIFA Gianni Infantino menilai bahwa arena sepak bola terbesar di bumi tersebut kudu membuka kesempatan bagi setiap negara untuk bermimpi tampil di panggung tertinggi.
Langkah itu menjadi kelanjutan dari perubahan format Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko nan sudah dipastikan melonjak menjadi 48 tim dari sebelumnya 32 peserta.
Kini, otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut membuka ruang nan lebih lebar untuk menambah jumlah kontestan.
"Ini tentu bakal menjadi rumor nan bakal ditinjau dan dibahas di komite-komite mengenai setelah Piala Dunia ini," ujar Infantino dikutip dari ESPN.
Menurut Infantino, prinsip dari Piala Dunia adalah menyajikannya untuk seluruh penjuru bumi, bukan sekadar didominasi oleh kekuatan tradisional dari benua tertentu.
"Saat Anda menyelenggarakan Piala Dunia, krusial untuk menggelarnya bagi seluruh dunia. Ini bukan hanya untuk Eropa dan Amerika Selatan, tetapi betul-betul untuk seluruh dunia. Setiap negara kudu mempunyai mimpi untuk ambil bagian di Piala Dunia," tuturnya.
Peningkatan kualitas tim nasional di beragam area menjadi argumen kuat di kembali munculnya wacana ini.
Infantino memandang negara-negara dengan kekuatan sepak bola nan lebih mini memerlukan stimulus berupa kesempatan tampil di putaran final agar ekosistem mereka tetap bergairah.
"Kita bisa memandang kualitas tim sangat tinggi dan terus meningkat di seluruh dunia. Jika Anda tidak memberi kesempatan kepada negara-negara nan lebih mini untuk berperan-serta di Piala Dunia, mereka juga bakal kehilangan motivasi untuk terus berkembang," kata Infantino.
Gagasan ekspansi radikal hingga 64 tim ini pertama kali mencuat pada Maret 2025 lewat usulan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) demi menyambut Piala Dunia 2030 nan menandai peringatan 100 tahun turnamen tersebut.
Pembahasan sempat bergulir dalam pertemuan di New York pada September 2025 antara Infantino dengan Presiden CONMEBOL Alejandro Dominguez, berbareng para presiden federasi sepak bola serta kepala negara dari Argentina, Uruguay, dan Paraguay.
"Kami percaya pada Piala Dunia 2030 nan bersejarah. Kami mau menyerukan persatuan, kreativitas, dan keberanian untuk bermimpi besar. Karena ketika sepak bola dinikmati semua orang, perayaannya betul-betul menjadi milik dunia," ucap Dominguez.
Kendati demikian, rencana besar ini tidak melangkah mulus lantaran terganjal gelombang penolakan. Pada April 2025, Presiden Concacaf, Victor Montagliani menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana tersebut lantaran dinilai berpotensi merusak tatanan sepak bola nan ada.
"Saya tidak percaya memperluas Piala Dunia putra menjadi 64 tim merupakan langkah nan tepat, baik untuk turnamen itu sendiri maupun ekosistem sepak bola secara keseluruhan, mulai dari tim nasional hingga kejuaraan klub, liga, dan para pemain," cetus Montagliani.
Senada dengan Montagliani, Presiden UEFA Aleksander Ceferin sebelumnya secara blak-blakan juga sempat melabeli usulan penambahan masif tersebut sebagai "ide nan buruk."
Jika usulan berskala besar itu pada akhirnya disetujui, Piala Dunia dengan format 64 peserta dipastikan bakal menggelar total 128 pertandingan.
Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan format lama 32 tim nan bergulir sepanjang periode 1998 hingga 2022, serta lebih banyak dari total 104 laga nan bakal dimainkan pada Piala Dunia 2026 mendatang. (E-4)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·