FIFA Batal Jual Saham Piala Dunia usai Gelombang Penolakan

1 jam yang lalu 3
FIFA Batal Jual Saham Piala Dunia usai Gelombang Penolakan Presiden FIFA Gianni Infantino.(RONALD MARTINEZ / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

PRESIDEN FIFA Gianni Infantino akhirnya menyerah di tengah gelombang penolakan. Pria berumur 56 tahun itu resmi membatalkan rencana kontroversial untuk menjual saham komersial ajang-ajang utama FIFA, termasuk Piala Dunia, kepada penanammodal swasta.

Langkah mundur ini diambil setelah proyek tersebut memicu penolakan masif dari konfederasi sepak bola lintas benua, ancaman pemboikotan, hingga pengunduran diri pejabat senior di internal FIFA.

"Atas dasar perihal itu, usulan ini tidak bakal dilanjutkan," tegas Presiden FIFA Gianni Infantino saat mengonfirmasi pembatalan rencana strategis lembaga nan dipimpinnya tersebut.

Infantino mengakui bahwa proyek komersialisasi itu justru memicu perpecahan nan bertentangan dengan tujuan awal. Sebelumnya, FIFA menawarkan biaya segar senilai USD 40 juta (sekitar Rp721 miliar) bagi setiap asosiasi dari total 211 personil nan bersedia mendukung pembentukan anak perusahaan komersial baru, FIFA Forward Enterprise (FFE).

Namun, langkah tersebut mendapat perlawanan keras. UEFA nan menaungi 55 negara Eropa menakut-nakuti bakal memboikot gelaran Piala Dunia. Gelombang penolakan dengan sigap meluas setelah Concacaf (Amerika Utara, Tengah, dan Karibia) serta Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan berdiri sejajar menentang komersialisasi tersebut.

Hitungan politik penentuan bunyi di Kongres FIFA pun menjadi tidak logis bagi Infantino. Tanpa support UEFA, Concacaf, dan AFC nan mengantongi total 136 bunyi dari pemisah minimal 106 bunyi nan dibutuhkan, usulan tersebut dipastikan kandas secara matematis.

Mosi tidak percaya juga datang dari internal. Carlos Cordeiro, penasihat senior Infantino untuk strategi dunia dan tata kelola, memilih mundur dari jabatannya.

"Ini kesepakatan nan jelek bagi sepak bola dan sama saja dengan menggadaikan masa depan sepak bola," kata Carlos Cordeiro saat menyampaikan argumen pengunduran dirinya.

Tekanan ini menempatkan Infantino pada posisi paling susah sepanjang kepemimpinannya, terlebih dia tengah bersiap untuk maju kembali dalam pemilihan Presiden FIFA periode keempat pada Kongres FIFA mendatang. Kini, Infantino berjanji bakal merangkul kembali seluruh pemangku kepentingan dalam semangat kebersamaan sepak bola global.

(BBC/P-4)

Selengkapnya