loading...
ZURICH - FIFA kembali menghadapi sorotan setelah empat perwakilan eksekutif dari kota-kota tuan rumah Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat meminta organisasi tersebut segera memenuhi janji pemberian dana bantuan senilai jutaan dolar AS. Dana yang dijanjikan itu disebut hingga kini belum juga direalisasikan meski turnamen telah berakhir sejak pertengahan Juli 2026.
Berdasarkan laporan France24, para pejabat tersebut menagih komitmen FIFA untuk mengucurkan dana warisan (legacy fund) sebesar 1 juta dolar AS atau sekitar Rp18 miliar kepada setiap kota tuan rumah. Dana itu rencananya digunakan untuk pembangunan infrastruktur sepak bola serta mendukung berbagai programme sosial di masyarakat.
Menurut mereka, komitmen tersebut disampaikan secara lisan oleh jajaran manajemen elder FIFA dan kembali ditegaskan dalam sejumlah pertemuan lanjutan. Namun hingga kini belum ada pengumuman resmi maupun pencairan dana dari badan sepak bola dunia tersebut.
Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah kota tuan rumah terbanyak pada Piala Dunia 2026. Sebanyak 10 kota yang menggelar pertandingan adalah Seattle, San Francisco, Los Angeles, Dallas, Kansas City, Atlanta, Philadelphia, Miami, Boston, serta New York/New Jersey.
Permintaan pencairan dana itu muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino. Sebelumnya, Infantino juga menuai kritik keras setelah menggagas pembentukan FIFA Forward Enterprises (FFE) yang bertujuan membuka peluang penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada capitalist swasta. Rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan dari banyak federasi anggota FIFA.
Di sisi lain, FIFA mencatat pendapatan sangat besar dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Organisasi tersebut dilaporkan meraup sekitar 15 miliar dolar AS, hampir dua kali lipat dibandingkan pemasukan pada edisi 2022. Besarnya pendapatan itu membuat tuntutan kota-kota tuan rumah agar janji dana bantuan segera dipenuhi semakin menguat.
(sto)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·