Final Piala Dunia 2026 Dipastikan Bebas dari Asap Karhutla

2 hari yang lalu 4
Final Piala Dunia 2026 Dipastikan Bebas dari Asap Karhutla Trofi Piala Dunia.(AFP/FABRICE COFFRINI)

PERTANDINGAN final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina nan dijadwalkan berjalan di New York/New Jersey Stadium pada Senin (20/7) dipastikan kondusif dari ancaman kabut asap pekat.

Badai petir nan melintasi area New Jersey dan sekitarnya dilaporkan sukses menyapu polusi asap akibat kebakaran rimba di Kanada menjelang laga puncak.

Sebelumnya, peringatan kualitas udara tidak sehat sempat diberlakukan di sebagian besar wilayah timur Amerika Serikat. Kondisi di MetLife Stadium apalagi sempat mencekam ketika hujan deras disertai petir melanda area tersebut.

Otoritas kepolisian New Jersey meminta penonton dan petugas meninggalkan area tribun terbuka serta lapangan untuk mencari tempat berlindung nan kondusif di tengah langit nan diselimuti kabut abu-abu selama beberapa hari.

Cuaca ekstrem itu juga memaksa timnas Spanyol membatalkan sesi latihan di lapangan terdekat. Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, mengeluarkan peringatan awal mengenai potensi angin kencang, tornado, banjir bandang, hingga hujan es.

Menanggapi situasi tersebut, FIFA menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memantau akibat asap kebakaran rimba dan angin besar terhadap kepantasan MetLife Stadium nan berkonsep terbuka.

Meski demikian, para mahir meteorologi membawa berita baik. Mereka memprediksi angin besar petir bakal mendorong sebagian besar asap keluar dari wilayah Timur Laut Amerika Serikat sebelum kick-off dimulai.

Senior Meteorolog AccuWeather, Tyler Roys mengatakan kemungkinan tetap ada sisa asap tipis nan membikin langit tampak berkabut, tetapi tidak bakal berakibat signifikan terhadap kualitas udara.

"Mungkin tetap ada sisa-sisa asap nan membikin suasana sedikit berkabut, tetapi itu sangat tipis. Untuk asap nan paling pekat, nan betul-betul mengganggu mata dan memicu kualitas udara buruk, diperkirakan tidak bakal mencapai Kota New York alias sebagian besar wilayah Timur Laut," ujar Roys dikutip dari ESPN.

Hal senada disampaikan Kepala Meteorolog WFLA-TV, Jeff Berardelli. Menurutnya, angin besar petir efektif membersihkan atmosfer sehingga indeks kualitas udara di East Rutherford diperkirakan membaik dari kategori tidak sehat bagi golongan sensitif menjadi kategori moderat.

"Ini tidak bakal rawan lagi. Kondisinya bakal jauh lebih baik," kata Berardelli.

Ia menambahkan suhu udara saat kick-off diperkirakan berada di kisaran 27 derajat Celsius dengan angin sepoi-sepoi dan kelembapan nan relatif rendah.

"Anda tidak bisa meminta cuaca nan lebih baik lagi untuk Piala Dunia," tambahnya.

Sementara itu, konsentrasi asap pekat pada hari pertandingan diperkirakan bergeser ke arah barat, mencakup wilayah Midwest dan Great Lakes nan lebih dekat dengan pusat kebakaran. Hingga kini, ratusan titik api tetap aktif di Kanada dan Minnesota utara, dipicu oleh musim kebakaran nan diperparah akibat perubahan iklim. (ESPN/I-3)

Selengkapnya