Fokus Olimpiade 2028, Kongres Pemilihan Ketum KOI Diundur ke 2029

1 hari yang lalu 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Komite Olimpiade Indonesia atau KOI resmi mengundur agenda Kongres Pemilihan Ketua Umum ke Maret 2029 melalui sistem pasal pengecualian. Keputusan ini diambil demi menjaga konsentrasi persiapan atlet menghadapi Olimpiade Los Angeles 2028.

Keputusan krusial tersebut disahkan dalam Rapat Anggota Tahunan Luar Biasa (RALB) KOI di Jakarta, Senin (20/7). Dengan penyesuaian almanak organisasi ini, masa kedudukan Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari pada periode kedua nan semestinya rampung pada 2027, secara otomatis bersambung hingga awal 2029.

Komite Eksekutif KOI Jadi Rajagukguk menegaskan pergeseran agenda ini merupakan petunjuk resmi dari Rapat Anggota Biasa sebelumnya. Forum tertinggi organisasi sepakat mengedepankan kepentingan prestasi nasional di atas agenda kepengurusan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadwal aktivitas Kongres Komite Olimpiade Indonesia sudah diputuskan bakal diselenggarakan pada bulan Maret tahun 2029. Agenda mengenai dengan pengesahan pengecualian, pengecualian mengenai dengan penyelenggaraan Kongres KOI dengan agenda pemilihan Ketua Umum baru," ujar Jadi di Kantor NOC Indonesia.

Sesuai izin pembatasan dua periode, kongres pada Maret 2029 dipastikan bakal melahirkan suksesor baru bagi Raja Sapta Oktohari untuk memimpin periode 2029-2033. KOI menegaskan penyesuaian ini murni persoalan penataan linimasa organisasi.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) KOI Wijaya Noeradi meluruskan dugaan publik mengenai lama kepengurusan saat ini. Pihaknya menegaskan langkah ini adalah penundaan agenda nan sah secara konstitusi organisasi, bukan perpanjangan masa hormat secara sepihak.

"Bukan perpanjangan, tapi adalah waktu penyelenggaraan saja. Karena tahun depan itu agenda NOC [Indonesia] begitu padat. Ada Asian Games tahun ini, tahun depan ada SEA Games, lampau tetap banyak multi-event lagi, dan 2028 itu agenda Olimpiade. Penggunaan pasal pengecualian dilakukan selambat-lambatnya 6 bulan setelah Olimpiade 2028 di Los Angeles," kata Wijaya.

Wijaya menjelaskan keputusan ini diambil guna menyelaraskan roda organisasi dengan siklus Olimpiade empat tahunan nan bertindak internasional. Langkah taktis ini diyakini bisa menghindarkan akibat penurunan performa atlet akibat transisi kepengurusan di tengah masa persiapan.

"Khawatirnya jika nanggung itu bakal mengganggu persiapan keikutsertaan di Olimpiade. Hal ini sudah kami konsultasikan dengan IOC [International Olympic Committee] dan mereka sudah mengapresiasi serta mendukung lantaran prinsip pengecualian ini adalah kewenangan dari Rapat Anggota NOC," ucap Wijaya.

Buntut dari penundaan kongres ini, KOI langsung bergerak membentuk tim golongan kerja (pokja) perumus. Tim nan diisi internal KOI serta master ahli seperti Anthony C. Sunarjo dan Ngatino ini ditugaskan merombak dan menyempurnakan AD/ART lembaga.

Anggota Dewan Etik KOI Anthony C. Sunarjo menyatakan amandemen AD/ART sangat mendesak dilakukan agar selaras dengan perubahan izin dunia maupun nasional.

"Kita memandang dengan penundaan ini otomatis perlu dilakukan penyempurnaan AD/ART KOI untuk mengikuti perubahan Undang-Undang Keolahragaan, perubahan Olympic Charter, dan patokan pemerintah seperti Permenpora," ungkap Anthony.

[Gambas:Video CNN]

(aft/wiw)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya